Selasa, 28 April 2026

Harga Telur Ayam Tinggi, Para Pedagang Pasar di Rancaekek Rela Merugi demi Konsumen

Pasalnya, tingginya harga telur ayam di level pedagang berdampak pada menurunnya jumlah penjualan dan omset.

Penulis: Ery Chandra | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Ery Candra
Beberapa orang tengah meletakkan telur ayam di Pasar Wahana Karya, di Jalan Raya Majalaya-Rancaekek Nomor 185, Rancaekek Wetan, Kabupaten Bandung, Selasa (17/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sejumlah pedagang di Pasar Wahana Karya, Rancaekek, mengeluhkan harga telur ayam belum mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir.

Harga telur ayam akhir-akhir ini mengalami kenaikan. Di tingkat pedagang, harga telur ayam berada pada kisaran Rp 28.000 per kilogram. Para pedagang pun mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan harga telur ayam akan turun.

Pedagang grosir telur ayam di Pasar Wahana Karya, Iwan Sinulingga (38), meminta para pengambil kebijakan untuk segera mengatasi persoalan tingginya harga telur ayam.

Pasalnya, tingginya harga telur ayam di level pedagang berdampak pada menurunnya jumlah penjualan dan omset.


"Pedagang juga banyak dirugikan. Sekitar seminggu ini harganya mencapai Rp 28 ribu per kilogram," ujar Iwan, di Jalan Raya Majalaya-Rancaekek Nomor 185, Rancaekek Wetan, Kabupaten Bandung, Selasa (17/7/2018).

Iwan mengaku tingginya harga telur ayam ini membuat khawatir sejumlah pedagang. Selain omset berkurang, selama seminggu terakhir, telur ayam di pasar itu menjadi langka.

"Ini harga naiknya tak jelas. Kerugian kami jadinya nambah modal biar stabil harganya jadi Rp 21 ribu sampai konsumen," ujar Iwan.

Anggota Legislatif dari Golkar Jabar Dilarang Poligami dan Wajib Santuni Anak Yatim

Sejak Awal Menyadari Umroh Murah Beresiko, Bos PT SBL Didakwa Pasal Berlapis

Hal serupa juga disampaikan pedagang eceran telur ayam di Pasar Wahana Karya, Euis Ratna Widianingsih (50).

Menurutnya, tingginya harga telur ayam terasa sejak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) baru-baru ini. Selain itu, biaya pakan para peternak telur yang naik.

"Sekilogram (harga telur ayam) masih Rp 28 ribu. Selama saya berdagang, baru kali ini harganya begini," ujar Euis.

Ia berharap harga dapat kembali turun mengingat modalnya untuk membeli telur ayam yang menjadi bertambah. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved