Sejumlah Anak Muda Ini Buka Lapak Baca Buku Gratis di Alun-alun Majalaya, Budayakan Membaca
"Awalnya hanya buku pribadi saya dan teman berdua. Makin ke sini lumayan yang banyak untuk bantu menyumbang buku," ujar Nelly.
Penulis: Ery Chandra | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Minimnya aktivitas membaca orang Indonesia, memicu semangat anak muda yang tergabung dalam Komunitas Perintis Literasi untuk menggelar Lapak Baca Buku Gratis di Alun-alun Majalaya.
Pendiri Komunitas Perintis Literasi, Nelly Auliani Sulistian (18) mengatakan lapak Baca Buku Gratis itu merupakan program rutin mingguan yang baru dimulai pada 19 Maret 2018 lalu.
Tujuan gerakan membaca tersebut adalah untuk menyebarkan virus membaca di tengah masyarakat Majalaya, Kabupaten Bandung yang kurang berminat akan tradisi membaca.
• Begini Kronologi Pelemparan Bom Panci di Mapolres Indramayu, Gagal Meledak Keburu Ditembak
"Tujuan kami untuk meningkatkan budaya membaca di masyarakat. Walaupun gratis masih sedikit yang membaca. Rata-rata anak kecil yang datang ke sini," ujar Nelly, di Alun-alun Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu (15/7/2018).
Nelly mengatakan hingga kini sekitar 10 orang remaja telah berminat bergabung menjadi relawan, baik untuk menyumbangkan buku-buku yang dimiliki dan membantu Komunitas Perintis Literasi.
Akan Main Lawan Persela Lamongan, Bek Muda Persib: Kami Harus Menang dan Lebih Termotivasi https://t.co/EOrbUkyPo3 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 15, 2018
"Awalnya hanya buku pribadi saya dan teman berdua. Makin ke sini lumayan yang banyak untuk bantu menyumbang buku," ujar Nelly.
Lapak baca itu digelar rutin setiap hari Minggu, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Ragam buku bacaan menarik bebas dibaca yakni buku-buku pelajaran, pengetahuan umum, komik, keagamaan, novel remaja, dan lainnya.
"Kami memilih Alun-alun karena ramai pada hari Minggu. Banyak anak-anak kecil juga. Lokasinya juga strategis dan nyaman untuk membaca. Karena ada tempat duduknya dan terhindar dari terik matahari," kata Nelly.
Biar Tidak Bingung, Nih Beda Susu Kental Manis dengan Krimer Kental Manis https://t.co/hv4EOJsfTd via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 15, 2018
Nelly berharap dengan hadirnya lapak baca tersebut budaya membaca kian menjadi kebiasaan sehingga masyarakat umum tidak lagi tertipu oleh informasi hoax yang beredar di dunia maya.
"Semoga masyarakat di Majalaya menyadari di zaman seperti ini penting membudayakan membaca. Apabila banyak membaca bisa membedakan informasi yang diterima. Berjalannya waktu bisa menjadi masyarakat yang kritis ketika rajin membaca," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/membaca_20180715_203022.jpg)