Terancam Punah, Lima Jenis Burung di Kampung Blekok, Bandung, Ini Pun Semakin Tergusur
Gencarnya alih fungsi lahan di Kota Bandung, khususnya di kawasan Gedebage, sedikit banyak mengancam habitat burung yang biasa disebut blekok ini.
Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kampung Rancabayawak terkenal dengan nama Kampung Blekok, blekok diambil dari salah satu jenis burung yang ada di kampung tersebut.
Di kampung Ranca Bayawak, dulu terdapat 30 jenis burung yang biasa ada di rumpun bambu.
KPU Tuntaskan Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilgub Jabar, Pasangan Rindu Teratas Disusul Asyik https://t.co/xd7gplKLAR via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 8, 2018
Sekarang, di kampung Ranca Bayawak, hanya tersisa lima jenis burung yaitu burung kuntul Kerbau, burung kuntul Besar, burung kuntul kecil, burung Korea, dan burung Blekok.
Rumpun bambu adalah tempat kelima burung itu untuk berlindung dan beranak pinak.
Tahun 1970, terdapat banyak rumpun bambu di bantaran sungai Cisaranten sepanjang 60.000 meter.
"Sekarang hanya terdapat delapan rumpun bambu yang ada di Kampung Rancabayawak,"ujar Ujang.
Gencarnya alih fungsi lahan di Kota Bandung, khusunya di kawasan Gedebage, sedikit banyak mengancam habitat burung yang biasa disebut blekok ini.
"Pembangunan perumahan sudah mendekati rumpun bambu tempat bersarangnya burung kelima tersebut. Sawah tempat burung itu mencari makan juga telah menyempit," kata Ujang Safaat (42), ketua Kampung Adat Belekok Rancabayawak sekaligus Ketua RW 02, Kampung Rancabayawak, keluruhan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Minggu (8/7/2018).
Kelima jenis burung itu sudah di atur PP nomor 7 tahun 1999 tentang habitat yang dilindungi.
"Kalau lahan pertaniannya semua dibangun, burung-burung itu tidak hanya akan terganggu, tapi terancam punah," kritik Ujang.
Di Gedebage, lanjutnya, memang ada ratusan hektare yang bisa dipergunakan untuk pembangunan.
"Kami hanya meminta pemerintah menyelamatkan sedikit saja supaya populasi burung kuntul terselamatkan," tegas Ujang.
• Pesta Laut Mundu Cirebon Memakan Korban, Satu Orang Masih Hilang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/blekok_20180709_104615.jpg)