Organda KBB Ingin Ada Trayek Baru untuk Memudahkan Warga Menuju Pemkab
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana menambah trayek angkutan umum (angkot) di Bandung Barat.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BATUJAJAR - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana menambah trayek angkutan umum (angkot) di Bandung Barat.
Ketua DPC Organda KBB, Asep Dedi Setiawan mengungkapkan masih banyak warga KBB terutama wilayah selatan yang masih terisolasi untuk menuju ke kantor pemerintahan Kabupaten Bandung Barat yang berada di Kecamatan Ngamprah.
Sejak tiga tahun lalu, kata Asep pihaknya telah mengajukan rencana penambahan trayek baru kepada Pemkab, tetapi hingga sekarang belum ada tanggapan dari Pemkab.
• Billy Keraf dan Wildansyah Akan Dipinjamkan ke Borneo FC
• Nining Sunarsih Perempuan yang Kembali Setelah 1,5 Tahun Dikabarkan Tenggelam Alami Depresi Berat
"Saya pandang wilayah selatan itu sulit transportasi ketika warga hendak masuk jalan pemerintahan. Padahal, 3 tahun lalu kami sudah ajukan dan mendapat dukungan dari lapisan warga, seperti ojeg tapi sampai sekarang belum terealisasi," katanya di Batujajar, Kamis (5/7/2018).
Produktif dan Tanpa Kebobolan, Timnas U-19 Indonesia Puncaki Klasemen Grup A Piala AFF https://t.co/zMH8F6Oo5C via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 4, 2018
Dengan adanya bupati KBB terpilih periode 2018-2023, Asep berharap bisa merealisasikan trayek baru, seperti Cimareme-Ngamprah untuk tahun ini demi kenyamanan warga.
"Kan ada warga dari Ronggq atau Gununghalu turun di Cimareme, nah dari Cimareme itu warga naik ojeg dan harganya mahal, jadi nanti jika ada angkot cukup dengan biaya Rp 5 ribu. Dan kami juga ingin ada trayek baru Gunung Bentang-Saguling," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-organda-kbb-asep-dedi-setiawan-di-batujajar_20180705_112809.jpg)