Selasa, 14 April 2026

Erupsi Gunung Agung

Hasil Analisis Terkini PVMBG Mengenai Gunung Agung di Bali, Hari Ini Terjadi 3 Kali Erupsi

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Ir Kasbani Msc, mengatakan, aktivitas Gunung Agung masih tinggi . .

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
vsi.esdm.go.id
Erupsi Gunung Agung, Bali pada Rabu 4 Juli 2018 pukul 12:20 WITA. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Ir Kasbani Msc, mengatakan, aktivitas Gunung Agung di Bali masih tinggi dan masih berpotensi terjadi erupsi.

Berdasarkan hal tersebut, tingkat aktivitasnya disimpulkan berada pada level 3 atau siaga.

"Perkembangan terbarunya, telah terjadi tiga kali erupsi hari ini. Pada pukul 03.25 WITA tinggi kolom abu 2000 meter di atas puncak, waktu letusan dua menit. Lalu sekitar pukul 05.00 WITA, erupsi lagi, kolom abu 1000 meter di atas puncak. Lalu 12.20 WITA, tinggi kolom abu 2200 meter di atas puncak," katanya di ruang informasi kantornya, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (4/7/2018).

Baca: Satgas Citarum Harum Tutup Pembuangan Limbah Satu Pabrik Tekstil di Rancaekek

Baca: Tak Terima Anaknya Gagal Lolos PPDB Jalur Prestasi, Orangtua Siswa di Cimahi Rusak Fasilitas Sekolah

Lebih lanjut, Kasbani menjelaskan, Gunung Agung masih rawan untuk terjadi erupsi baik secara eksplosif (strombolian maupun abu) dan efusif (aliran lava ke dalam kawah).

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Ir Kasbani Msc (memegang mikrofon), di ruang informasi kantornya, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (4/7/2018).
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Ir Kasbani Msc (memegang mikrofon), di ruang informasi kantornya, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (4/7/2018). (Tribun Jabar/Yongky Yulius)

"Data pemantauan multi-metode terkini mengindikasikan bahwa potensi untuk terjadinya erupsi besar yang disertai awan panas masih belum teramati," ujarnya.

Aktivitas Gunung Agung masih berada dalam kondisi yang dinamis dan trend aktivitas dapat berubah sawaktu-waktu.


Kasbani mengatakan, potensi yang mengancam bahaya hanya berada pada radius empat kilometer saja.

Ancaman bahaya yang paling mungkin terjadi saat ini berupa lontaran batu atau lava pijar di dalam hingga ka luar kawah.

Lalu, ancaman bahaya lainnya adalah hujan pasir dan abu yang arah penyebarannya bergantung pada arah dan kecepatan angin.

"Lahar hujan dapat terjadi jika terjadi hujan dan membawa material erupsi melalui aliran-aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Agung. Emisi gas vulkanik beracun kemungkinan masih berada di sekitar area kawah puncak," kata Kasbani. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved