Pilgub Jabar 2018
Pengamat Politik Asep Warlan: Kesuksesan Pilgub Jabar 2018 Bertumpu pada 4 Isu Menentukan
pilihan masyarakat Jawa Barat pada hari ini, 27 Juni 2018, pun menentukan wajah Jawa Barat lima tahun ke depan.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pakar politik dan ilmu pemerintahan, Asep Warlan Yusuf, mengatakan keempat pasangan kandidat Pilgub Jabar 2018 punya karakter dan arah pembangunan yang berbeda-beda.
Guru Besar Universitas Katolik Parahyangan ini mengatakan pilihan masyarakat Jawa Barat pada hari ini, 27 Juni 2018, pun menentukan wajah Jawa Barat lima tahun ke depan.
Asep mencontohkan pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), memiliki warna kepemimpinan yang diliputi kreativitas dan inovasi.
Di bawah kepemimpinan Rindu, kata Asep, Jawa Barat dapat menjadi daerah moderen.
Tetap Terlihat Cantik di Usia 40 Tahun, Begini Transformasi Cut Tari dari Dulu hingga Sekarang https://t.co/bTxh6QiCfS via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) June 26, 2018
"Pasangan ini menekankan Jawa Barat harus memiliki daya saing, kreativitas, dan inovasi. (Tapi) apakah programmnya mampu diterapkan untuk kawasan pinggiran, perdesaan, atau Jabar Selatan, belum tahu," kata Asep Warlan Yusuf saat dihubungi, Selasa (26/6/2018).
Pasangan nomor urut dua, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan, kata Asep Warlan, memiliki program yang konvensional dan mempertahankan nilai-nilai lama yang baik tapi menyentuh kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat.
"Programnya menyentuh masyarakat menengah ke bawah, wong cilik. Masyarakat yang termarjinalkan dilayani. Kepemimpinannya akan mengarahkan Jawa Barat pada kebhinnekaan, itu yang akan difokuskan," katanya.
Pasangan nomor urut tiga, Sudrajat-Ahmad Syaikhu akan melanjutkan warna kepemimpinan gubernur sebelumnya, Ahmad Heryawan, di Jawa Barat.
Baca: KPU Kabupaten Cirebon Musnahkan 5.790 Surat Suara Pilbup
Isu 2019 ganti presiden pun, katanya, menjadi isu yang dipegang pasangan ini.
"Pembangunan SDM dengan akhlak mulia, nilai keumatan dalam partisipasi pembangunan ekonomi, budaya, dan sosial, khas pasangan ini. Manajemen moderen digabungkan dengan kearifan lokal, mirip Kang Aher," katanya.
Pasangan calon nomor urut empat, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, ujar Asep Warlan, memiliki warna kepemimpinan yang akan mengarahkan Jawa Barat sebagai daerah yang memiliki jati diri budaya serta agamis. Programnya akan mengarahkan pada perbaikan lingkungan hidup dan perekonomian.
"Nilai keagamaan dan kesundaan menjadi dasar pembangunan SDM oleh pasangan ini. Isu warga Sunda yang katanya ketinggalan menjadi kekuatan untuk membenahinya. Aspek lingkungan hidup dan pembangunan ekonominya pun kuat," katanya.
Lyudmila Pavlichenko, Wanita Sniper Paling Ditakuti di Medan Perang, Tembak Musuh Tanpa Ampun https://t.co/LQoRUYDgBT via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) June 26, 2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/asep-warlan_20160715_210050.jpg)