Rabu, 8 April 2026

Persib Bandung

Dikunjungi Pengurus Viking, Khadijah Menangis: ''Alhamdulillah, Heunteu Hilap Ka Ema''

Khadijah mengaku senang. Walau anaknya telah tiada, teman-teman Ayi Beutik masih menganggapnya sebagai orang tua

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Pengurus Viking Persib Club dan pengurus Askot PSSI Kota Bandung, bersilaturahmi dengan Khadijah (82), Ibunda Ayi Beutik, Rabu (20/6/2018). Rumahnya ada di Gang Nata II, RT 02/01, Kelurahan Pasir Luyu, Kecamatan Regol, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Air mata Khadijah (82), ibunda almarhum panglima Viking Persib Club, Ayi Beutik, tidak terbendung saat bertemu para pengurus VPC dan pengurus Askot PSSI kota Bandung.

Teman-teman Ayi Beutik bersilaturahmi ke rumah Khadijah di Gang NAta II, RT 02/01, Kelurahan Pasir Luyu, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Rabu (20/6/2018).

Rumah yang ditempati Khadijah merupakan saksi bisu awal berdirinya VPC, karena kerap digunakan untuk berkumpul anak-abak VPC.

Walaupun sudah '"berkepala" delapan, ia masih ingat betul nama teman-teman dari almarhum anaknya.


Adapun para pengurus VPC yang berkujung ke rumah ibu dari sang panglima VPC, Yana Umar, Tedi Ekek, Dadan Gareng, Rudi Boseng, Agus Ompong, Firman Hejo, Agus Rahmat, dan Bunda Ana.

Perwakilan dari Askot PSSI ada Yana Mulyana, Yoko, Laga Sudarmaji, hingga eks pemain Persib Bandung Yusuf Bachtiar dan Max Timisela.

Dalam silaturahmi itu, Ketua Askot PSSI, menyebut anak Khodijah sebagai sosok yang punya kontribusi pada sepak bola di Kota Bandung.

"Ayi Beutik juga merupakan sosok pemersatu bobotoh dan esok kami berziarah ke makamnya," kata Yana.

Baca: Jumlah Korban Jiwa Kecelakaan Selama Arus Mudik Turun 40 Persen Dibanding Tahun Lalu

Khadijah mengaku senang. Walau anaknya telah tiada, teman-teman Ayi Beutik masih menganggapnya sebagai orang tua dan selalu mengunjunginya.

"Alhamdulillah, heunteu hilap ka ema (tidak lupa kepada ema)," ujar Khadijah.

Meski sudah sepuh tapi Khadijah masih ingat, apa yang dilakukan Ayi Beutik bersama Yana Umar dan teman-temannya yang lain saat VPC belum sebesar sekarang.

"Bahela tah jeng yana didieu nyatetan KTP jang kartu (dulu di sini mencatat KTP untuk membuat id card)," kata Khadijah.


Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved