Pilgub Jabar
Pengamat : Desain Iklan Koran RINDU Paling Memiliki Design Value
KPU Provinsi Jawa Barat, sejak dua hari lalu telah merilis iklan di media cetak untuk empat pasangan calon gubenur Jawa Barat.
Penulis: Tiah SM | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Pemilihan umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, sejak dua hari lalu telah merilis iklan di media cetak untuk empat pasangan calon gubenur Jawa Barat.
Keempat pasangan calon gubernur, menghadirkan masing-masing sebuah desain iklan yang dinilai mampu menarik perhatian warga untuk memilih mereka, pada hari pencoblosan tanggal 27 Juni mendatang.
Tim pemenangan Rindu dalam rilisnya menyebutkan, pandangan pengamat dan praktisi desain komunikasi visual Dodi Nursaiman, melihat tidak ada yang berubah pada desain iklan para calon gubernur Jawa Barat.
Baca: Sopir dan Pemudik Dapat Periksa Kesehatan Gratis di Terminal Leuwipanjang
Baca: Petugas yang Meninggal Ditabrak di Tol Cipali Ternyata Paman Aura Kasih
"Tidak ada yang berubah dari desain iklan calon gubernur pada Pilgub Jabar tahun ini, sama seperti desain iklan tahun-tahun sebelumnya, yang selalu menampilkan wajah para pasangan calon," ujarnya, Rabu (13/6/2018).
Terlebih, menurut Dodi hampir ada kesamaan yang ditemuinya dari seluruh iklan pasangan calon gubernur, yang menunjukan wajah-wajah ramah dan penuh senyuman sebagai upaya memikat hati para pemilih.
"Meskipun saya misalnya tak kenal dengan foto salah seorang calon. Tapi dia tersenyum, seolah akrab dan kenal dengan kita yang mellihat iklan pasangan calon tersebut," tuturnya.
Lengkap! Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Sendiri, Istri, Anak, Keluarga, dan Orang yang Diwakilkan https://t.co/ONUwthiV5V lewat @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) June 13, 2018
Dari desain yang ditampilkan keempat pasangan calon, Dodi setuju bahwa keempatnya berlomba-lomba untuk mendapat apreasiasi dari calon pemilih.
Ide iklan pasangan nomor urut satu dalam pandangan Dodi cukup menarik, dengan menghadirkan Ridwan Kamil dan Uu sebagai barista, meskipun tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
Iklan pasangan nomor urut dua, dalam pandangan Dodi tidak jelas pesan apa yang ingin disampaikan dengan slogan Hasanah Jabar Terjamin, yang menurutnya cukup absurd.
"Memunculkan pertanyaan, yang terjamin itu apa? yang dijamin itu perbaikan, kemajuan, Apakah kelompoknya, apakah partainya, atau masyarakat pemilihnya, itu tidak terlihat" tuturnya.
Terlebih defisini tenteram dan sejahtera yang muncul dalam poster iklan juga relatif masih terlalu umum, dan tidak spesifik.
Pasangan nomor urut tiga, yang juga turut memasang foto Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dalam amatan Dodi, terlihat tidak percaya diri, dan terkesan masih ingin menjual kisah-kisah masa lampau.
"Muncul pertanyaan, sebenarnya yang mau jadi calon gubernur Jabar itu siapa? Apakah pasangan Asyik atau pasangan Aher dan Prabowo. Pertanyaan saya kenapa harus mendompleng nama besar orang lain, ibaratnya tidak pede dengan potensi dan kinerja sendiri sebagai calon," tegasnya.