Jumat, 10 April 2026

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Temukan Harga Daging Ayam di Atas Rp 40 Ribu di Bandung

Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan mendapati harga daging ayam segar masih tinggi saat melakukan pemantauan di lima pasar tradisional

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
ISTIMEWA
Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwandi di Pasar Baru, Kota Bandung, Selasa, (12/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan mendapati harga daging ayam segar masih tinggi saat melakukan pemantauan di lima pasar tradisional di Bandung.

Harga daging ayam segar masih terpantau di atas harga normal yaitu Rp 40.000 per kilogram.

Seperti diketahui, harga normal daging ayam segar yaitu Rp 32.000 per kilogram.

"Hari ini kami mengunjungi lima pasar (Pasar Sederhana, Pasar Kiaracondong, Pasar Andir, Pasar Baru, dan Pasar Kosambi) harga ada kenaikan yang khususnya untuk daging ayam yang masih melonjak," ujarnya di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa, (12/6/2018).

Baca: Gempa Berkekuatan 4,5 SR Guncang Garut Selatan, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Baca: Candaan Bom di Pesawat Lagi-lagi Terjadi, Kali Ini Dilakukan Oknum Anggota TNI

Menurut Oke, penyebab terjadinya lonjakan harga itu karena pasokan daging ayam berkurang

Produksi daging ayam yang berkurang di peternak-peternak disebutnya menjadi penyebabnya.

"Di tingkat peternak sudah mengurangi antibiotik dan akan berkurang pada pasokan namun berdampak pada harga, tapi kesehatan kan nomor satu," ujar Oke.


Kendati demikian, dia memastikan harga komoditas lain seperti, cabai, bawang, telur, dan bahan pokok lainnya terkendali.

"Yang penting semua saya tanya tadi pasokan cukup sampai lebaran, jadi ayam aja yang agak kurang sehingga harganya diluar harga normal," katanya.

Kementerian Perdagangan, ujarnya, akan menindaklanjuti kenaikan harga daging ayam segar.

Tindak lanjut akan dilakukan melalui cara tinjauan langsung ke peternak-peternak ayam hingga penyuplai daging ayam segar serta grosir besar.

"Seluruh Indonesia dari kementerian itu keliling untuk memonitor harga-harga, akan kami pantau terus, masyarakat tidak perlu khawatir," kata Oke. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved