Gempa Berkekuatan 4,5 SR Guncang Garut Selatan, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Wilayah Garut bagian selatan diguncang gempa bumi tektonik, Selasa (12/6/2018), sekitar pukul 14.05 WIB.

Gempa Berkekuatan 4,5 SR Guncang Garut Selatan, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami
ISTIMEWA
Wilayah Garut bagian selatan diguncang gempa bumi tektonik, Selasa (12/6/2018), sekitar pukul 14.05 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wilayah Garut bagian selatan diguncang gempa bumi tektonik, Selasa (12/6/2018), sekitar pukul 14.05 WIB.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Joko Siswanto, mengatakan, gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

"Ditinjau dari lokasi dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran pada dasar cekungan busur muka (fore arc basin) di wilayah pantai selatan Jawa," kata Joko dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar.

Baca: Hingga H-3 Lebaran, Sudah 382.037 Orang Naik Kereta Api Tinggalkan Bandung, Besok Puncak Mudik

Baca: Candaan Bom di Pesawat Lagi-lagi Terjadi, Kali Ini Dilakukan Oknum Anggota TNI

"Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami," sambungnya.

Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan 4,5 skala richter dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7,91 LS–107,49 BT.

Lokasi gempa tepatnya di laut pada jarak 54 kilometer arah barat daya Garut, Jawa Barat pada kedalaman tujuh kilometer.


"Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan berpotensi dirasakan di daerah Garut bagian selatan, dalam skala intensitas I-II SIG-BMKG (II-III MMI)," ujar Joko.

Sesuai dengan laporan dari masyarakat, sambungnya, gempa bumi ini dirasakan di Cikelet, Garut Selatan dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI).

SIG adalah Skala Intensitas Gempabumi. Skala ini menyatakan dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya gempabumi.

I SIG-BMKG (II MMI) berarti gempa tidak dirasakan atau dirasakan hanya oleh beberapa orang tetapi terekam oleh alat.

"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Hingga laporan ini dibuat pukul 14.50 WIB hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," ujar Joko.

Masyarakat, lanjutnya, diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG.

Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai diimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami. (*)

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help