Pilgub Jabar
PCNU Garut Minta Demiz Lanjutkan Program 1000 Kobong Pesantren
Calon gubernur Jabar Deddy Mizwar diminta untuk melanjutkan program pembangunan 1.000 kobong pesantren bila terpilih . . .
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon gubernur Jabar Deddy Mizwar diminta untuk melanjutkan program pembangunan 1.000 kobong pesantren bila terpilih menjadi gubernur Jawa Barat pada Pilgub Jabar 2018 yang akan datang.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Garut KH Lukmanul Hakim saat menerima silaturahmi Deddy Mizwar di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (6/6/2018).
Baca: Mirip Senapan Star Wars, Malaysia Pernah Buat Senjata yang Jadi Bahan Olok-olokan
Baca: Foto Ciumannya Tersebar, Iqbal Dilan Tak Tahu Statusnya dengan Wanita Bule Itu
"Kami menghaturkan terima kasih kepada Pak Deddy Mizwar yang sudah bersilaturahmi dengan PCNU Kabupaten Garut. Kami kagum kepada Pak Deddy Mizwar, pertama bukan ulama tetapi aktor yang suka dengan ulama," ujar Lukman melalui siaran pers yang diterima, Kamis (7/6).
Lanjut Lukman, selama memimpin Jabar sebagai wakil gubernur, Deddy Mizwar selalu mempunyai keberpihakan lebih kepada warga Nahdatul Ulama atau Nahdliyin, salah satunya yakni dengan membuat program membangun 1.000 kobong di Jawa Barat.
"Apabila Kang Demiz jadi gubernur, program pembangunan 1.000 kobong tersebut terus dilanjutkan karena program seperti itulah yang menjadi harapan ke depan kami kepada pak demiz," katanya.
Di Depan Anaknya, Sule Keceplosan, Nyeletuk dan Sindir Keras Rizky Febian: Ngabisin Duit https://t.co/NpYhcVT955 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) June 7, 2018
Sementara itu di tempat yang sama Deddy Mizwar mengatakan program yang diharapkan salah satu ormas terbesar di Indonesia tersebut saat ini sudah berjalan dengan baik, namun ke depannya ia akan meningkatkan supaya lebih banyak.
"Saat ini sudah berjalan Insya Allah kalau saya terpilih jadi gubernur akan dilanjutkan dan ditingkatkan kembali program tersebut," ucapnya.
Bahkan, kata Deddy Mizwar, bukan hanyan program tersebut yang perlu ditingkatkan, namun juga program-program pencegahan kemungkinan- kemungkinan terjadinya persimpangan budaya, narkotika, dan bahaya LGBT.
"Saya kira harus ada sinegitas yang konkret untuk menangkal perspektif kemajuan zaman. NU lah organisasi yang cukup luas sampai keberapa ploksok daerah," tutup Demiz. (*)
