Kamis, 9 April 2026

Ramadan 2018

Mengenal Sosok KH Opo Musthofa 'Mama Kandang Sapi', Teman Seperjuangan Soekarno

Tokoh penyebar Islam yang lahir di Garut tahun 1848 ini diketahui pernah berguru. . .

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Twitter/@SejarahRI
Presiden RI ke-1, Ir Soekarno 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - KIAI Haji Opo Musthofa atau yang akrab disapa Mama Kandang Sapi dikenal sebagai sosok sederhana yang santun kepada semua kalangan usia, baik yang sudah sepuh maupun yang masih muda.

Tokoh penyebar Islam yang lahir di Garut tahun 1848 ini diketahui pernah berguru di Bale Rante Cirebon satu kobong bersama dengan Presiden RI pertama, Soekarno.

Tak heran jika Mama Kandang Sapi begitu akrab dengan lingkungan istana saat itu karena sering dipanggil ke istana oleh Soekarno.

Mama Kandang Sapi membantu perjuangan dengan melakukan doa bersama sebelum peperangan.

Soekarno
Soekarno (Tribun Jambi)

"Presiden Soekarno saat itu sangat percaya doa yang dipanjatkan Mama Kandang Sapi makbul dalam setiap membekali pejuang ketika akan berperang melawan penjajah," ujar Ustaz H Munandar, cucu dari Kiai H Opo Musthofa, saat ditemui di pesantren KH Opo Musthofa, Sabtu (2/6/2018).

Begitupun sebaliknya, karena keakraban yang terjalin sejak sama-sama mondok di Bale Rante, Soekarno juga sering berkunjung ke Mama Kandang Sapi untuk bersilaturahmi.

Di masa perjuangan revolusi, tausiah yang dilakukkan Mama Kandang Sapi begitu membakar semangat pejuang agar melawan penjajah.

Beberapa doa yang diberikan sempat membuat para tentara kebingungan melihat keberadaan para pejuang.

Mama selalu berpesan agar para pejuang diteguhkan hatinya dalam setiap peperangan.

"Saat itu pernah Kampung Kandang Sapi dihujani bom dan ditembaki dari pesawat tempur. Semua santri saat itu mengalami kepanikan. Orang-orang banyak yang berhamburan menyelamatkan diri masing-masing. Lalu seketika Mama berlari ke area yang menjadi sasaran tembak Belanda. Di tempat tersebut beliau menengadahkan tangan ia meminta perlindungan kepada Allah SWT. Tiba-tiba muncul kabut tebal menyelimuti wilayah Kandang Sapi. Pesawat Belanda pun kebingungan dan berbalik pulang, beberapa di antaranya terjatuh," kata Munandar.

Atas jasanya tersebut pemerintah Kabupaten Cianjur mengabadikan nama Mama menjadi nama jalan antara Maleber dan Kandang Sapi menjadi Jalan KH Opo Musthofa.

Di masa mudanya Mama Kandang Sapi berguru pada ulama-ulama besar seperti Syeh Kholil di Bangkalan Madura, Mama Guru Bale Rante Cirebon, dan Mama Benda Gadung.

Mama Kandang Sapi menerapkan metode pengajaran tasawuf pengamalan secara pribadi melalui kitab-kitab yang hingga kini masih dipraktikan di pesantren yang beberapa bangunan peninggalan sejarahnya masih terawat dengan baik ini.

Dari beberapa keterangan, nama Kandang Sapi pasti banyak yang menebak ada peternakan sapi. Namun di tempat ini tidak terdapat kandang sapi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved