Ini Dugaan Penyebab Kebakaran yang Hanguskan Pabrik Cokelat di Dayeuhkolot
Pabrik di Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung tersebut diketahui hanya memiliki satu unit hydrant yang tidak berfungsi.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebakaran yang melanda PT Papandayan Cocoa Industries diduga akibat hubungan pendek arus listrik (Korsleting).
Pabrik yang berada di Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung tersebut diketahui hanya memiliki satu unit hydrant yang tidak berfungsi.
"Hydrantnya ada, tapi hanya satu dan tidak berfungsi," kata Kasi Rescue Diskar PB Kabupaten Bandung, Santo SH di lokasi kebakaran, Kamis (31/5/2018).
Kasi Rescue ini juga menegaskan, jumlah hydrant untuk pabrik, tidak boleh hanya satu unit.
Baca: Turis Indonesia Dilarang Masuk ke Israel, Mulai Tanggal 9 Juni 2018
Baca: BREAKING NEWS : Ini Video dan Foto-foto Saat Kebakaran di Pabrik Cokelat Semakin Membesar
Santo mengaku mengalami kesulitan akses menuju pabrik dan memperoleh pasokan air. Pihaknya terpaksa menyumplai dari air sawah yang jaraknya tidak jauh dari lokasi pabrik.
"Kalau pelaporannya tidak terlambat dan lebih cepat, mungkin api masih bisa dipadamkan secara cepat dan tidak merembet ke bagian bangunan lainnya," katanya.
5 Pilar Persib Absen, Yaya Sunarya: Persib Satu Keluarga Bukan Hanya 11 Pemain https://t.co/uAGEkdMIm4 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 30, 2018
Pemadaman api dilakukan dari berbagai arah. Terlihat mobil pemadam kebakaran disiapkan di tepi jalan tol Km 140.
Hingga pukul 11.44 WIB, proses pemadaman masih dilakukan.
Data yang diperoleh dari pihak pemadam kebakaran, tidak ada korban jiwa dari kejadian kebakaran tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kebakaran-pabrik-cokelat-2_20180531_112732.jpg)