Cerita Masinis Bergidik saat Lewat Stasiun Kereta di Cirebon Ini, Katanya Maunya Tutup Mata Saja

Di antara medan yang mereka tempuh, ada saja yang membuat bulu kuduk mereka berdiri ketika melintasinya.

Cerita Masinis Bergidik saat Lewat Stasiun Kereta di Cirebon Ini, Katanya Maunya Tutup Mata Saja
Kompas.com/Setyo Adi
GERI Oktaviantoro Raharjo (27), asisten masinis kereta api, menceritakan tugas, tanggung jawab, dan pengalamannya terutama di musim libur Lebaran dan Ramadan seperti saat ini. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - BAGI Ilfan Affandi (26), bekerja sebagai masinis memberikan pengalaman tersendiri, salah satunya ketika rangkaian kereta ditabrak kendaraan lain atau orang yang melintas.

"Namanya tempered, ditabrak, bukan menabrak. Kereta kan sudah ada jalurnya. Ini yang sering keliru bahwa kereta menabrak orang atau kendaraan," ucap Affandi yang merupakan masinis kereta api PT KAI DAOP 1 saat ditemui beberapa waktu lalu.

Affandi menceritakan, saat pertama kali ia berurusan dengan korban tabrakan kereta. Ia selalu memikirkan orang tersebut.

Ia lantas menceritakan standar operasional prosedur saat kereta menemui halangan seperti tabrakan tersebut.

Baca: Live Streaming Liga 1 2018 Indosiar - Persib Vs Bhayangkara FC, Maung Incar Posisi Tiga Besar

Baca: LIVE STREAMING RCTI Timnas U-23 Indonesia vs Thailand Nanti Malam: Uji Coba Jelang Asian Games 2018

GERI Oktaviantoro Raharjo (27), asisten masinis dan Ilfan Affandi (26) masinis kereta api, berpose usai menceritakan tugas dan tanggung jawabnya selama perjalanan kereta api terutama di musim libur Lebaran dan Ramadan saat ini.
GERI Oktaviantoro Raharjo (27), asisten masinis dan Ilfan Affandi (26) masinis kereta api, berpose usai menceritakan tugas dan tanggung jawabnya selama perjalanan kereta api terutama di musim libur Lebaran dan Ramadan saat ini. (Kompas.com/Setyo Adi)

Pertama, masinis harus menghentikan kereta untuk memeriksa kerusakan kereta dan melihat kondisi korban.

Pengecekan itu tidak memerlukan waktu lama karena masinis harus melanjutkan perjalanan.

Di stasiun berikutnya, masinis melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut.

"Nantinya pihak stasiun akan membuatkan berita acara. Kereta melanjutkan perjalanan, korban tabrakan akan diurus petugas kepolisian," ucap Affandi.

Sementara itu, Geri Oktaviantoro Raharjo (27), salah satu asisten masinis PT KAI yang ditemui Kompas.com, mengaku cukup beruntung belum pernah mengalami peristiwa tabrakan selama ia bekerja.

Tempat angker

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved