Pluto Ternyata Terbentuk dari Miliaran Komet

Mereka menduga karbonmonoksida yang hilang sebetulnya terperangkap, membeku di bawah permukaan Pluto.

Editor: Ravianto
AFP PHOTO / HANDOUT / NASA
Citra daerah dekat khatulistiwa Pluto, mengungkapkan sebuah kejutan; berbagai pegunungan muda setinggi 3.500 meter di atas permukaan tubuh es. Pegunungan kemungkinan terbentuk tidak lebih dari 100 juta tahun yang lalu. 

TRIBUNJABAR.ID - Tak lagi menyandang status planet sejak 2006, Pluto tetap menyimpan daya tarik. Temuan terbaru menyebut Pluto terlahir dari kumpulan komet yang berjumlah miliaran.

Kesimpulan ini didapat ilmuwan Southwest Research Institute (SwRI) yang meneliti komposisi kimia Pluto. SwRI menggabungkan data milik NASA dan European Space Agency (ESA).

Beberapa dekade lalu para ahli masih percaya lahirnya Pluto sama seperti delapan planet lain. Mulai dari inti batuan yang terbentuk di tengah-tengah gas dan batu, kemudian terus membesar hingga membentuk Pluto.

Namun, sejak adanya temuan di tahun 90-an, peneliti sadar ada banyak objek-objek es kecil lain seperti Pluto di sabuk Kuiper, tempat Pluto berada.

Dari hasil pengamatan SwRI yang diterbitkan dalam jurnal Icarus minggu ini, mereka menyebut ada kemiripan antara Pluto dengan Comet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Ahli SwRI percaya, ini bukan kebetulan semata.

"Kami telah mengembangkan model kimiakosmologis yang kami sebut The Giant Comet dari formasi pembentukan Pluto," kata ahli geokimia Christopher Glein dari SwRI, dilansir Science Alert, Kamis (24/5/2018).

Sebelumnya para ahli berpendapat Pluto terdiri dari nitrogen yang berasal dari pendaratan komet di Pluto. Namun, dugaan ini menyusut didukung fakta kandungan nitrogen Pluto mencapai 98 persen.

Nitrogen di Pluto mirip dengan metana di Titan atau air di Bumi. Dikarenakan viskositasnya rendah pada suhu permukaan Pluto, nitrogen dapat mengalir seperti gletser di Bumi dan mengikis batuan dasar yang mengubah bentuk lanskap Pluto.

Komposisi kimia mirip Matahari

Setelah melihat kemiripan komposisi kimia Pluto dengan komet, peneliti juga menyelidiki komposisi pembentukan Pluto, yakni es sangat yang komposisi kimianya mirip Matahari.

Saat merokonsiliasi jumlah karbon monoksida di atmosfer Pluto, mereka tidak dapat mendeteksi kandungan monoksida di sana.

Baca: Gara-gara Nekat Selfie di Tengah Badai, 2 Perempuan Ini Tersambar Petir

Baca: Berbenah, Liverpool Resmi Datangkan Bek dari AS Monaco,

"Penelitian kami menunjukkan susunan kimia awal Pluto terbuat dari komet yang dimodifikasi secara kimia oleh cairan yang mungkin ada di bawah permukaan Pluto," kata Glein.

Mereka menduga karbonmonoksida yang hilang sebetulnya terperangkap, membeku di bawah permukaan Pluto.

Bagi Glein dan koleganya, ini adalah penelitian awal yang akan membawa ke berbagai pertanyaan selanjutnya.

Misalnya, seberapa banyak melimpahnya nitrogen pada komet 67P, yang menjadi perwakilan komet lain atau peran yang dimainkan cairan air dalam evolusi volatil di Pluto.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved