Jumat, 10 April 2026

Ramadan Berkah

Masjid Baing Yusuf Purwakarta, Perpaduan Nuansa Islami dan Budaya Sunda

Baing Yusuf sendiri merupakan nama seorang tokoh pendakwah Agama Islam di Purwakarta.

Penulis: Haryanto | Editor: Yudha Maulana
istimewa
Masjid Baing Yusuf di Purwakarta tampak dari atas 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA -Sempat dianggap ditelantarkan oleh Pemda Purwakarta, ternyata Masjid Agung Baing Yusuf telah banyak perubahan ke arah yang lebih baik setiap saatnya.

Terutama pada saat kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta dua periode.

Namanya mengalami perubahan menjadi Masjid Agung Baing Yusuf usai menjalani renovasi di sana-sini.

Baing Yusuf sendiri merupakan nama seorang tokoh pendakwah Agama Islam di Purwakarta.

Berkah ilmu dari Baing Yusuf, merefleksi Dedi Mulyadi untuk mengganti nama masjid itu dengan nama beliau.

Masjid Baing Yusuf
Masjid Baing Yusuf (istimewa)

Baca: Ridwan Kamil: Warga Jangan Golput, Gunakan Hak Suaranya Untuk Pilih Pemimpin Daerah

Pada awalnya, perubahan fisik masjid agung yang terletak di Jalan Gandanegara, Cipaisan, Purwakarta tidak memiliki ciri khas.

Setelah berkonsultasi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh Agama, saat itu mulai memasukan unsur budaya ke dalam desainnya.

Bukan tanpa alasan saat itu Dedi merombak arsitektur masjid yang terletak tidak jauh dari komplek Pemkab Purwakarta ini.

Kepala Sub Bagian Agama pada Bagian Kesra Pemkab Purwakarta, Dindin Ibrahim menceritakan hal tersebut.

Baca: Bandara Kertajati dan Asa Deddy Mizwar untuk Mendongkrak Ekonomi di Jabar

“Pemerintah Kabupaten Purwakarta saat itu mulainya dari bagian depan. Masjid Agung Purwakarta dihiasi pagar dengan ciri khas dan taman-taman. Arsiteknya saat itu langsung Kang Dedi Mulyadi,” kata Dindin di ruang kerjanya, Jalan Gandanegara, Purwakarta, Kamis (24/5/2018).

Tidak hanya sampai disitu, sekitar 10 meter dari gerbang utama, dibangun sebuah gerbang masuk berarsitektur ‘julang ngapak’. Hal tersebut memiliki arti yang filosofis, burung yang sedang merentangkan sayap.

Arsitektur tersebut merupakan bentuk bangunan khas Sunda, yang biasanya diterapkan pada bangunan berjenis rumah panggung.

“Jadi, saat jamaah masuk lewat gerbang depan, itu disambut ‘julang ngapak’,” ujar Dindin.

Meski banyak rombakan disana-sini, ciri khas keislamannya pun masih kental pada megahnya masjid ini.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved