ramadan berkah

Puasa Masih Mengeluh? Malu! Pria Ini Ceritakan Pengalamannya Berpuasa di Finlandia, Hampir 24 Jam!

Sebuah keluarga menceritakan pengalamannya berpuasa di Finlandia selama 23 jam 5 menit lamanya.

The Independent
Mohammed 

TRIBUNJABAR.ID - Bukan hanya di Indonesia, umat muslim di seluruh dunia saat ini sedang menjalani ibadah puasa.

Saat puasa, tubuh memang harus beradaptasi kembali, karena pola makan yang berubah.

Namun bagaimana jadinya jika kamu tinggal di negara yang mataharinya tak pernah benar-benar tenggelam?


Hal ini dialami oleh umat Muslim yang tinggal di dekat Kutub Utara, sebut saja Finlandia dan Swedia.

Negara-negara tersebut memang sering mengalami 24 jam terkena sinar matahari, khususnya pada musim panas, dilansir dari The Independent.

Bahkan di Finlandia, umat Muslim harus berpuasa selama 23 jam lamanya.

Sebuah keluarga menceritakan pengalamannya berpuasa di Finlandia selama 23 jam 5 menit lamanya.

Mohammed, sang kepala keluarga menyebut, puasa di Finlandia biasanya dimulai pada pukul 01.35 dini hari, dan biasanya akan berakhir pada pukul 00.48.

"Jadi berpuasa di sini bisa selama 23 jam 5 menit.

Baca: Jadi Adem! Selama Ramadan, Para Napi di Purwakarta Lakukan Ini

Baca: Mencicipi Masakan untuk Menu Buka Puasa, Batalkah? Ini Hukumnya, Sudah Tahu?

Teman-teman dan keluargaku yang tinggal di Bangladesh tak percaya kami bisa berpuasa selama lebih dari 20 jam

Mereka selalu berkata 'Sungguh tak bisa dipercaya, bagaimana kalian bisa melakukannya?'.

Namun entah mengapa kami bisa melakukannya dengan baik," tuturnya.

Mohammed menambahkan, kerabat Muslimnya yang lain yang mengalami hal sama dengannya mulai menemukan cara beradaptasi dengan jam puasa yang ekstrem ini.

"Kebanyakan umat Muslim yang tinggal di Lapland mengikuti jam berpuasa Mekkah dan Madinah, bahkan ada yang mengikuti jam berpuasa di Turki, sebab Turki adalah negara muslim terdekat dari sini," tutur pria asal Bangladesh ini.

Tribun Wow melansir dari BBC, ternyata hal ini masih menjadi perdebatan.

Beberapa ulama asal Mesir menyebut, jika waktu puasa melebihi 18 jam, maka umat Muslim bisa mengkuti waktu puasa Mekkah dan Madinah atau negara Muslim terdekat.

Baca: Menag Minta Maaf pada Mubalig yang Namanya Masuk 200 Rilis tapi Rilis Mubalig akan Jalan Terus

Namun hal ini dibantah oleh ulama asal Arab Saudi yang menyebut bahwa sebentar atau lama, umat Muslim harus tetap mengikuti jam berpuasa di negara tersebut.

Tak hanya soal waktu, jenis makanan pun menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim di Finlandia.

Terbatasnya makanan halal di negara ini menyebabkan banyak umat Muslim harus rela menempuh perjalanan berjam-jam lamanya untuk mendapatkan makanan halal.

Kabarnya bahkan hanya ada dua kota di Finlandia yang menyediakan makanan halal yakni Oulu dan Lulea, dekat perbatasan Swedia.

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved