Selasa, 2 Juni 2026

Tarian Khas Sunda dan Madura, Buka Acara Harmoni Budaya Jawa-Sunda di Bandung

Tarian khas Sunda ditampilkan di urutan pertama untuk menghibur masyarakat yang hadir pada acara tersebut.

Tayang:
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Theofilus Richard
Tarian khas Sunda dan Madura menjadi pembuka acara Harmoni Budaya Jawa-Sunda, Jalan Diponegoro (depan Gedung Sate), Bandung, Jumat (11/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Acara Harmoni Budaya Jawa-Sunda digelar di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/5/2018).

Tarian khas Sunda dan Madura membuka kemeriahan acara hari ini.

Tarian khas Sunda ditampilkan di urutan pertama untuk menghibur masyarakat yang hadir pada acara tersebut.

Kemudian dilanjutkan penampilan tarian khas Madura, Tari Geleng Ro'om dari Madura, Jatim.

Tarian tersebut menggambarkan mengenai sosok perempuan yang kuat.

Baca: Puluhan Ribu Botol Miras Itu Dimusnahkan di Bawah Bendera Setengah Tiang

Kedua tarian tersebut ditampilkan oleh Sanggar Seni Gugum Gumbira.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X, dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo alias Pakde Karwo.


Wagub DI Yogyakarta lebih dulu menyampaikan sambutan mewakili Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dalam sambutannya, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X, menyebut Harmoni Budaya Jawa-Sunda berpotensi memperluas kerja sama di antara Provinsi Jabar, DI Yogyakarta, dan Jatim.

"Kegiatan ini punya nilai penting untuk promosi potensi wisata Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta, kepada masyarakat luas," ujar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X membacakan sambutan Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Kemudian, Pakde Karwo mendapat kesempatan menyampaikan sambutan.

Dalam sambutannya Pakde Karwo mengaku senang Harmoni Budaya Jawa-Sunda digelar di Bandung.

Sama halnya dengan Wagub DI Yogyakarta, Pakde Karwo menyebut Harmoni Budaya Jawa-Sunda berpotensi mempromosikan budaya dan pariwisata Jabar, Jatim, dan DI Yogyakarta.


"Kalau di bidang pariwisata, siapa yang tidak tahu Jawa Barat memiliki kultur menarik untuk turis. Siapa yang tidak tahu Keraton Yogyakarta tempat baik untuk melihat budaya. Siapa yang tidak tahu Gunung Bromo dan Gunung Semeru, gunung terindah ketiga di dunia," ujarnya.

Sedangkan Aher mengatakan bahwa Harmoni Budaya Jawa-Sunda adalah bukti kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia.

"Tidak ada alasan tidak bersatu. Kami berterima kasih kepada Gubernur DI Yogyakarta yang sudah memberikan gagasan memelopori penyatuan rekonsiliasi budaya dengan sebuah simbol hadirnya Jalan Siliwangi dan Jalan Padjadjaran di Yogyakarta," kata Aher.

Puncal acara ditandai dengan peresmian nama Jalan Majapahit, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Citraresmi di Kota Bandung.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved