Kamis, 9 April 2026

Terkuak, Eks Teroris Ini Bongkar Cara Para Napi Rebut Senjata hingga Rakit Bom di Sel Mako Brimob

Bom yang berhasil dirakit itu, lanjut Rudy, sedianya akan dijadikan ranjau para narapidana teroris di Mako Brimob.

Editor: Yudha Maulana
GRAFIS TRIBUN JABAR / WAHYUDI UTOMO
Infografis kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tragedi mengerikan yang terjadi di Mako Brimoib Selasa (8/5/2018) malam telah berakhir Kamis (10/5/2018) tadi.

Kejadian tersebut, begitu menyesakkan dan meninggalkan luka yang mendalam, terutama bagi keluarga korban.orban.

Dari kerusuhan tersebut, lima anggota polisi tewas dengan cara sadis, dan satu napi terorisme tewas tertembak.

Beberapa anggota polisi pun sempat disandera hingga akhirnya dilepaskan.

Tak hanya itu, usai menjebol tembok mereka juga merampas senjata dan menguasai blok.

Bahkan, selama melakukan penyanderaan, mereka juga sempat merakit bom di dalam blok tahanan.

Baca: Eks Napi Mako Brimob Bocorkan Dugaan Taktik Napi Bisa Rebut Senjata, Ada Tempat yang Mudah Dibobol

Lantas yang jadi pertanyaan masyarakat pastinya bagaimana para napi itu bisa merampas senjata milik polisi dan mendapat bahan untuk merakit bom.

Dikutip dari video YouTube Najwa Shihab, seorang mantan napi Mako Brimob mengungkap cara yang dilakukan para napi tersebut.

Dalam tayangan berdurasi 2:29 itu, diawali dengan layar hitam dan berisi ilustrasi suara latar berupa suara kerusuhan.

Kemudian tampak foto para napi memegang senjata dan tampak menutup kepalanya dengan kain sambil mengacungkan tangan mereka.

Sebanyak 155 napi itu diketahui telah menguasai 20 pucuk senjata api dan 300 amunisi.

Baca: Setiap Paslonbup KBB di Debat Kedua Ditanya Mulai Soal KCIC hingga Smart Village

Setelah itu, kemudian tampak seorang pria berjanggut yang merupakan mantan napi Rutan Mako Brimob menceritakan dugaannya mengenai cara tersangka menguasai senjata.

Pria berpeci putih itu mengatakan, kalau senjata yang berhasil dikuasai para napi itu bukan berasal dari gudang senjata.

"Karena kalau dari gudang senjata itu tidak mungkin, soalnya dari Rutan Mako Brimob itu ke gudang senjata itu jaraknya cukup jauh," kata pria bernama Zan Effendi yang merupakan mantan teroris eks napi Mako Brimob itu.

Apalagi, kata dia, seperti yang diketahui kalau pada napi teroris ini tidak keluar dari rutan.

"Yang kita tahu, para napi teroris ini masih berada di rutan, belum keluar dari rutan itu sendiri. Jadi menurut analisis saya, itu adalah senjata-senjata yang dijadikan barang bukti oleh polisi untuk kasus-kasus teroris yang selama ini ada di Indonesia, misalnya kasus Poso," jelasnya.

Baca: 4 Kekejian Narapidana Teroris Terhadap 5 Anggota Polisi, Mulut Polwan Luka Berat Hingga Hilang Gigi

Ia juga menjelaskan kalau lokasi penyimpanan barang bukti itu sangat dekat dengan ruang tahanan.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved