Jumat, 24 April 2026

Pilkada Serentak

Wakil Ketua DMI Ingatkan Masjid Bukan Lokasi yang Tepat untuk Kampanye

Wakil Ketua Umum DMI, Komjen Pol Syafruddin, mengingatkan semua pihak bahwa masjid bukan lokasi yang tepat untuk berkampanye.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
Wakil Ketua Umum DMI, Komjen Pol Syafruddin, saat menyampaikan sambutan dalam Simposium Wisata Religi Berbasis Masjid di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Sabtu (5/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Saat ini merupakan masa kampanye Pilkada Serentak 2018.

Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komjen Pol Syafruddin, mengingatkan semua pihak bahwa masjid bukan lokasi yang tepat untuk berkampanye.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Polri itu mengatakan, masjid ialah ruang untuk memakmurkan masyarakat dan meningkatkan nilai ibadah.

"Sesuai visinya, masjid bukan untuk agenda kepentingan kelompok politik tertentu," kata Syafruddin, saat ditemui usai Simposium Wisata Religi Berbasis Masjid di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Sabtu (5/5/2018).

Baca: Hadiri Dies Natalis STIE Pasundan, Tb Hasanuddin Ajak Perangi Kebodohan

Baca: Investasi di Jabar, Deddy Mizwar Sebut Ada yang Salah di Level Pemkab dan Pemkot

Menurutnya, ada ranah tersendiri untuk agenda kampanye, khususnya pihak yang ambil bagian dalam kontestasi Pilkada.

Namun, Syafruddin tidak mempersoalkan saat masjid dimanfaatkan sebagai ruang kampanye.

Pasalnya, tidak ada sanksi yang mengatur pelarangan kampanye politik di masjid.


"Kebanyakan masjid di Indonesia dibangun dari swadaya masyarakat, bukan dibiayai oleh kelompok tertentu," ujar Syafruddin.

Jika ada kegiatan kampanye, maka pihak yang bersangkutan tidak bisa disanksi.

Ia mengatakan, tugas dewan masjid tak lebih dari sekadar fasilitator.

Syafruddin memastikan para pengurus dewan masjid menjalankan tugas sesuai visinya.

Di antaranya, memakmurkan dan menghidupkan masjid, serta memfasilitasi umat Islam yang ingin beribadah.

"Itu yang menjadi ikon kami," kata Syafruddin yang saat itu mengenakan kemeja abu-abu dan peci hitam. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved