Anda Harus Tahu! Menghilangkan Dokumen Negara Ternyata Bisa Dipenjara 5 Tahun

"Arsip yang bisa diakses publik ialah arsip statsis. Sementara arsip dinamis tak bisa sembarangan diakses," jelasnya.

Anda Harus Tahu! Menghilangkan Dokumen Negara Ternyata Bisa Dipenjara 5 Tahun
Tribun Jabar/Isep Heri
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya, Oslan Khoerul Falah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Ternyata jika secara sengaja menghilangkan dokumen negara, bisa dijerat dengan pasal-pasal pidana.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya, Oslan Khoerul Falah mengatakan tak tanggung-tanggung, hukuman kurungan yang menanti atas penghilangan arsip negara bisa beberapa tahun.

"Jika menghilangkan arsip itu bisa dipidana, dipenjara lima tahun sesuai Undang-Undang nomor 43 (Tahun 2009) dengan denda Rp500 juta," kata dia saat ditemui di ruangannya, Kamis (3/5/2018) siang.

Oslan menuturkan, untuk menjaga arsip negara pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap pengarsipan melalui Peraturan Daerah Kota Tasik Nomor 05 tahun 2015 dan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia.


"Hal itu dilakukan karena sebagian dokumen-dokumen negara dinilai punya informasi yang rentan diselewengkan, secara prinsipil, arsip-arsip negara tersebut bisa diakses oleh publik," ucapnya.

Dia juga menjelaskan, terdapat dua jenis arsip secara umum, yakni arsip statis dan arsip dinamis yang dimiliki seluruh organisasi perangkat daerah.

"Arsip yang bisa diakses publik ialah arsip statsis. Sementara arsip dinamis tak bisa sembarangan diakses," jelasnya.

Baca: Petaka di Menit ke 38, Madura United Bobol Gawang Persib dari Titik Penalti, Skor 1-0

Halaman
12
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved