KASBI Tuntut Pemerintah Cabut PP 78 dan Inpres Nomor 9 Tahun 2013, 'Bayar Kontrakan juga Susah'
"Bagaimana mau sejahtera, mau bayar kontrakan aja pada saat ini susah," katanya.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pada peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Cimahi, Selasa (1/5/2018), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASB) Kota Cimahi menyuarakan terkait pemerintah yang dianggap menyengsarakan para buruh.
Aksi para buruh di Kota Cimahi ini dimulai dari Jalan Melong, dan melakukan konvoi melewati Jalan Industri-Cimindi dan tuntutannya disuarakan di Gedung Sate, Kota Bandung.
Menurut Koordinator Perjuangan Buruh Perempuan KASBI Kota Cimahi, Siti Eni saat ini tidak ada kesejahteraan para buruh karena pemerintah selama ini menerapkan sistem ekonomi kapitalisme.
Baca: Masih Ingat Bayi Kembar Siam Asal Subang, Begini Kondisinya Sekarang
"Sistem itu yang membiarkan pada pasar bebas, pencabutan subsidi dan pembatasan campur tangan negara pada perekonomian," ujarnya saat ditemui di Melong Kota Cimahi, Selasa (1/5/2018).
Atas hal tersebut, lanjutnya, saat ini kesejahteraan para buruh malah semakin menurun atau bisa dibilang kehidupan para buruh jauh dari kata sejahtera.
"Bagaimana mau sejahtera, mau bayar kontrakan aja pada saat ini susah," katanya.
Selain itu, kata dia, penderitaan para buruh semakin bertambah sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tentang Pengupahan.
Baca: Soal Penangkapan Gotas, Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon Bilang Begini
"Politik upah murah kembali dipraktikan dengan PP tersebut," katanya.
Untuk itu, dalam moment May Day kali ini, ucapnya, para buruh menyuarakan beberapa tuntutan, seperti meminta upah layak dan menolak upah murah.
Bahkan mereka meminta pemerintah untuk mencabut PP 78 dan Inpres Nomor 9 Tahun 2013 serta mencabut Kepmen Penangguhan Upah.
Selain itu, para buruh KASBI juga menuntut pemerintah menghapus sistem kerja kontrak, outsourcing dan pemagangan, melawan kriminalisasi aktivis perburuhan, mencabut MoU TNI-Polri yang anti demokrasi serta menolah rancangan KUHP.
Persib Bandung Tanpa Ezechiel N Douassel Saat Hadapi Madura United, Mario Gomez Bawa 18 Pemain https://t.co/NXOz5xvfwo via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 1, 2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kasbi-cimahi-saat-hendak-berangkat-ke-gedung-sate-selasa-152018_20180501_164016.jpg)