Mahathir Mohamad Menang Pemilu di Malaysia, Nasib Grab Bisa Tamat

Setiap langkah untuk mengubahnya juga akan berdampak pada sejumlah besar orang, tidak hanya secara ekonomi.

Editor: Ravianto
YOUTUBE
Mahathir Mohammad 

Laporan Wartawan Brian Priambudi

TRIBUNJABAR.ID, KUALA LUMPUR- Tun Mahathir Mohamad Mantan Perdana Menteri Malaysia berjanji melihat lebih jauh ke dalam aplikasi e-hailing jika Pakatan Harapan menang dalam pemilihan umum ke-14 mendatang.

Tun Mahathir yang bersaing di kursi parlemen Langkawi mengatakan langkah itu akan membantu pengemudi taksi dan mereka yang menyewa mobil.

"Masalah Grab tidak hanya di Langkawi tetapi di seluruh Malaysia, Grab merugikan pengemudi taksi normal. Hal ini akan dipelajari sehingga layanan taksi akan adil untuk semua yang akan dilakukan ketika kita mengambil alih pemerintahan nanti," ujarnya seperti dilansir  Paultan.org, Senin (30/4/2018)

Solusi berbgai tumpangan yang memberikan pilihan angkutan umum yang lebih efektif dan lebih murah dari taksi, telah lama diliat oleh industri taksi sebagai ancaman terhadap penghidupannya.

Namun, layanan ini juga sekarang digunakan sebagai platform untuk orang Malaysia untuk meningkatkan pendapatan mereka dan beberapa di antaranya menjadikan sumber utama pendapatan mereka.

Baca: Prakiraan Susunan Pemain Timnas U-23 Indonesia vs Korea Utara, Nanti Malam

Baca: LIVE STREAMING RCTI Timnas U-23 Indonesia vs Korea Utara di Anniversary Cup, Nanti Malam

Baca: Tunda Jamu Persib, Persija Minta Tukar Status Kandang Saat Bersua Persipura

Setiap langkah untuk mengubahnya juga akan berdampak pada sejumlah besar orang, tidak hanya secara ekonomi.

Laporan berita menunjukkan setidaknya 50 ribu pengemudi Grab yang terdaftar akan terpengaruh jika Grab dan aplikasi serupa dikekang dengan cara apapun.

Awal bulan ini, dilaporkan per 6 April semua pengemudi e-hailing sekarang tunduk pada peraturan dan persyaratan yang sama dengan sopir taksi.

Menurut perdana menteri sementara Datuk Seri Najib Abdul Razak, pemerintah menyadari pengemudi taksi menghadapi banyak rintangan dan tantangan.

"Saya sadar pendapatan pengemudi taksi terpengaruh dengan keberadaan layanan e-hailing di negara kami. Layanan e-hailing memiliki permintaan tetapi kami harus melakukan intervensi untuk melindungi mangkuk supir taksi," ujarnya.(*)


Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved