Selasa, 28 April 2026

Bak Hujan Api, Korban Meledaknya Sumur Minyak di Aceh Lari Cari Pertolongan dengan Badan Terbakar

Saat Dedi dibawa ke Puskesmas, jelas Fuad, kondisi Dedi kritis karena mengalami luka bakar sangat serius.

Editor: Yudha Maulana
serambiindonesia
Salah satu sumur minyak yang dikuasai warga secara tradisional di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur meledak pada Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 01.30 WIB 

TRIBUNJABAR.ID, IDI - "Fuad, tolong jaga mamak ku,” begitulah permintaan terakhir Dedi Syahputra kepada Fuad sebelum ia meninggal dunia di RSUD dr Zubir Mahmud, Aceh Timur.

Dedi Syahputra adalah korban terbakar di lokasi pengeboran minyak di Dusun Bhakti, Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (25/4/2018) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Ia merupakan satu dari 12 orang korban yang meninggal dunia akibat terbakar di lokasi pengeboran sumur minyak di gampong tersebut.

“Saat kami bawa Dedi ke Puskesmas menggunakan sepeda motor di atas pangkuan saya, Dedi memanggil saya, “Ad tolong jaga mamak ku” begitu pesan Dedi kepada saya, kemudian ia terus berzikir, dan akhirnya meninggal dunia di RSUD dr Zubir Mahmud,” ungkap Fuad kepada Serambinews.com, Rabu malam.

Baca: Suku Korowai di Papua Barat Disebut Masih Praktikkan Kanibalisme sebagai Tradisi

Saat Dedi dibawa ke Puskesmas, jelas Fuad, kondisi Dedi kritis karena mengalami luka bakar sangat serius.

“Dedi adalah tulang punggung bagi keluarganya,” tambah Fuad.

Fuad menceritakan kronologis terjadinya kebakaran.

Saat itu, katanya, ia juga sedang melakukan pengeboran sekitar 700 meter dari lokasi sumur minyak yang terbakar.

“Pertama sekitar pukul 01.30 WIB, kami dengar suara ledakan keras disertai getaran. Tak lama kemudian kami dengar lagi ledakan kedua yang diikuti dengan kobaran api membumbung tinggi,” ungkap Fuad, seraya mengatakan saat itu ia dan sejumlah warga langsung mendatangi lokasi kejadian.

Baca: Alasan Kompol Fahrizal Tembak Mati Adik Ipar Terkuak, Cari Kesaktian Diduga jadi Pemicunya

Saat tiba di lokasi sumur minyak yang terbakar itu, ungkap Fuad, ia berusaha membantu sejumlah warga yang terbakar, namun gas disertai minyak, air, dan api terus menyembur seperti hujan minyak, sehingga warga tidak bisa berbuat banyak.

Keadaan sangat panik, sejumlah korban yang terbakar berteriak minta tolong dari dalam kobaran api.

Sebagian ada yang menyelamatkan diri dengan cara masuk ke dalam kolam, dan lumpur, dan sebagian lagi ada yang berlari ke jalan meminta tolong dengan kondisi tubuh terbakar.

Sebelum sumur tersebut terbakar, jelas Fuad, sumur minyak tersebut telah dibor sekitar 20 hari dengan kedalaman sekitar 258 meter atau sekitar 43 batang pipa dengan ukuran pipa 6 meter per pipa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved