Jumat, 10 April 2026

BMT Global Insani Janji Berangkatan Nasabahnya ke Tanah Suci

Jajaran manajemen BMT Global Insani yang telah dinyatakan pailit itu berjanji segera menjual aset-asetnya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
Jajaran direksi BMT Global Insani saat beraudiensi dengan puluhan nasabahnya di Hotel Apita, Jl Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jajaran manajemen BMT Global Insani yang telah dinyatakan pailit itu berjanji segera menjual aset-asetnya.

Mereka berjanji segera memberangkatkan haji para nasabahnya.

"Kami akan menjual aset kami, yakni jabon yang dipanen dari lahan di Sukabumi. Nanti uangnya untuk memberangkatkan nasabah ke Tanah Suci," kata pemilik BMT Global Insani, Basuni, di hadapan puluhan nasabah dalam audiensi di Hotel Apita, Jl Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/4/2018).

Ia mengatakan, aset yang segera dijual itu di antaranya dua unit ruko dan kayu jati.

Jika ditaksir, maka seluruh aset itu nilainya kira-kira mencapai lebih dari Rp 10 miliar.

Namun, pernyataannya justru mendapat cemoohan dari nasabah.

Mereka mengaku telah lama menunggu dan selalu hanya mendapati janji-janji yang hingga kini belum juga ditepati.

"Kami butuh bukti, bukan janji, kembalikan uang kami," kata seorang nasabah yang mengenakan kaus hijau.

Dalam audiensi itu, Basuni juga tampak didampingi jajaran direksinya, yakni Azis dan Yuki.

Azis sendiri mengatakan, saat ini ia tengah menunggu pembeli jabon yang telah dipanen.

Jabon itu merupakan aset BMT Global Insani, modalnya berasal dari investasi para nasabah yang disebut qiradh.

Lahannya berada di Sukabumi. Para nasabah yang mengikuti program qiradh itu rata-rata menyetorkan dana senilai Rp 9 juta.

"Hasil penjualannya nanti digunakan untuk berangkat haji bapak ibu sekalian," ujar Azis.

Ucapan Azis kembali mendapat respon negatif dari para nasabah.

Mereka tampak emosi itu berteriak sambil menunjuk-nunjuk ke depan.

Hingga berita ini diturunkan audiensi antara nasabah dan manajemen BMT Global Insani masih berlangsung.

Pertemuan yang tampak alot itu mendapat pengawalan penuh dari petugas Polres Cirebon Kota.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved