Miras Oplosan Maut
Banyak Rekannya yang Tewas, Saepudin Kapok Minum Miras Oplosan
Diakuinya banyak dari teman-temannya yang sudah meninggal, karena menenggak miras setiap hari dari Kamis hingga Sabtu lalu.
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin
TRIBUNJABAR.ID, MAJALAYA - Sejumlah pasien korban minuman keras di Cicalengka mengaku takut dan kapok setelah meminum miras oplosan tersebut.
Mereka mengaku akan berpikir ulang jika akan meminum kembali miras oplosan tersebut.
"Kalau sudah kejadian kayak gini ya kapok dan mikir dua kali kalau mau minum-minum. Kaget aja banyak yang meninggal juga," kata Saepudin (27) pasien korban miras di RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (10/4/2018).
Saepudin mengaku menenggak miras bersama-teman-temannya pada Jumat malam lalu. Dirinya minum bersama teman-temannya yang sebagian besar berprofesi sebagai tukang ojek pada Jumat malam.
Baca: Kabar Gembira untuk PNS, THR Tahun Ini Dipastikan Lebih Besar Nilainya
Diakuinya banyak dari teman-temannya yang sudah meninggal, karena menenggak miras dari Kamis hingga Sabtu lalu.
"Sebenarnya enggak apa-apa, hanya pusing dan sakit di perut (ulu hati) saja. Tadi malam ke rumah sakit Cicalengka, tapi karena penuh dan takut tidak tertangani, jadinya dibawa ke sini (RSUD Majalaya)," ujarnya.
Dirinya mengaku memang sudah biasa minum-minum miras oplosan.
Namun menurutnya racikan oplosan yang mereka nikmati bersama-sama tersebut memang berbeda dari biasanya.
Baca: Kisah Jurnalis Tua dari India, Bermodal Tulisan Tangan Dinesh Terbitkan Surat Kabarnya
"Memang sudah biasa, tapi kemarin itu racikannya memang beda jadi rasanya keras banget," ujarnya.
Sementara Kepala IGD RSUD Majalaya dr Erwin Oktaviadi menuturkan sebagian besar pasien korban miras mengeluhkan nyeri di bagian ulu hati yang disertai pusing dan mual-mual.
Selain itu terdapat pula korban yang mengalami kejang-kejang hingga meninggal dunia.
Baca: Warga Kanada Ahli Komunikasi Binatang Turut Buru Bonita Si Harimau Sumatera
"Rata-rata untuk pasien yang dirawat RSUD Majalaya ini mengeluhkan ada sakit di ulu hati. Ada yang disertai pusing dan muntah, namun ada pula yang kejang dan mengeluhkan ada nyeri atau kram di bagian otot leher. Kalau untuk kejang-kejang rata-rata 2 sampai 3 orang," katanya.
Sementara untuk korban meninggal menurutnya pada saat datang ke RSUD Majalaya memang dalam keadaan sudah mulai kurang kesadaran.
Kemudian setelah diperiksa tim dokter memang, tanda-tanda vitalnya sudah dalam keadaan shock. Serta pernapasannya sudah mulai rendah atau turun sehingga terjadi kegagalan nafas atau lebih tepatnya kegagalan organ.
Baca: Andika Kerispatih Meninggal, Begini Curahan Hati Sang Istri: Sampai Bertemu di Surga, Sayang
"Kurang dari 6 jam, setelah mereka (pasien) masuk IGD sudah terjadi perburukan. Bahkan ada yang kurang dari dua jam perburukannya cepat sekali," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sejumlah-korban-minuman-keras-tampak-dirawat-di-ruang-tunggu-radiologi-rsud-majalaya_20180410_154639.jpg)