Menengok Kampung Cinta Ilmu di Cibiru, Ada Program Dua Jam Tanpa Gadget Lho

Sebuah kampung berkonsep unik dan penuh warna terdapat di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Bandung.

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Isal Mawardi
Tribun Jabar/ Theofilus Richard
Kampung Kancil, RT 02 RW 11, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Bandung, Jumat (6/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebuah kampung berkonsep unik dan penuh warna terdapat di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Bandung.

RT 02 RW11 disulap menjadi Kampung Cinta Ilmu alias Kampung Kancil.

Ketika Tribun Jabar mengunjungi kampung tersebut, Kamis (5/4/2018), di beberapa sudut dinding, terlihat sebuah lukisan pemandangan dan hewan semisal kancil.

Lukisan tersebut mengesankan suasana kampung yang ceria

Kemudian di sisi jalan dekat kolam, terlihat beberapa pedagang menjajakan makanan ringan semisal gorengan dan sosis.

Di depan sebuah sekolah, terlihat banyak anak kecil sedang bermain benteng-bentengan.

Konsep Kampung Kancil diinisiasi oleh seorang pemuda bernama Hamzah Hayatullah sejak Januari 2018.

Baca: Turis Jepang Jadi Korban Pelaku Curas Spesialis Mini Market, Gadgetnya Dirampok Usai Todong Kasir

Awalnya, ia membangun kampung ini dilandaskan kecemasannya melihat gaya hidup anak muda yang tidak lepas dari gadget.

Selain menghias kampung, ada pula program dua jam tanpa gadget bagi anak-anak Kampung Kancil.

"Anak kecil PAUD saja main gadget, makannya ada program dua jam tanpa gadget, kami ingin menghidupkan permainan tradisional untuk melupakan hal-hal itu. Gadget akan merusak karakter adik-adik kita," ujar Hamzah.

Kampung Kancil, RT 02 RW 11, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Bandung, Jumat (6/4/2018)
Kampung Kancil, RT 02 RW 11, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Bandung, Jumat (6/4/2018) (Tribun Jabar/ Theofilus Richard)

Sebelum menuju perubahan gaya hidup, Hamzah juga berkeinginan mengubah fisik Kampung Kancil, karena itulah ada hiasan berupa lukisan dan pengecatan di sudut-sudut kampung.

"Jika ingin melakukan perubahan, fisiknya dulu, semisal melukis dan mural. Minimal ketika warga melihat, enak untuk mata, apalagi untuk anak-anak bisa nyaman," ujar Mahasiswa S2 Jurusan Komunikasi Penyiaran UIN Bandung.

Pengecatan dan pelukisan mural di dinding rumah warga dikerjakan mahasiswa UIN yang tinggal atau menyewa kos di sekitar Kampung Kancil.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved