Minggu, 12 April 2026

Feature

Marasati Harap, Satu-satunya Penjual Aksesoris Kuda dalam Pasar 'Onderdil Motor'

Marasati hanya satu-satunya pedagang yang berjualan aksesoris kuda, padahal semua pedagang di Pasar itu berjualan onderdil kendaraan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Isal Mawardi
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Marasati Harap Satu-satunya Penjual Aksesoris Kuda di Pasar Citeureup, Kota Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Meski saat ini pecinta kuda maupun tukang delman sudah mulai jarang, namun Marasati Harap (30) tetap bertahan berjualan aksesoris kuda di Pasar Citeureup, Jalan Sangkuriang, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Kiosnya tak jauh dari pintu masuk pasar tersebut, dari pinggir jalan pun sudah terlihat kios yang hanya menjajakan aksesoris kuda.

Di Pasar Citeureup, Marasati hanya satu-satunya pedagang yang berjualan aksesoris kuda, padahal semua pedagang di Pasar itu berjualan onderdil kendaraan.

Di kios yang berukuran 3 X 2 meter itu terlihat dipenuhi aksesoris kuda berbahan kulit, seperti pelana kuda, sarungan kepala kuda, baju kuda, tali tuntunan, tali kekang dan lain-lain.

Ketika ditemui Tribun Jabar, Jumat (30/3/2018), pria asal Medan ini menceritakan alasan masih bertahan mengais rezeki dengan berjualan aksesoris kuda meskipun konsumennya sudah mulai jarang.

Baca: Demi Kelengkapan Stok Barang, Pengelola Pasar Citeureup Akan Libatkan Pedagang Pasar Cikapundung

Ia mengaku, sampai kapanpun tidak akan beralih ke usaha lain, pasalnya usaha tersebut baginya, sudah mendarah daging.

Hal tersebut, karena usaha itu merupakan usaha turun temurun dari keluarga istrinya dan sudah dipercayakan kepada dirinya yang merupakan keturunan ketiga.

"Jadi kalau diistilahkan usaha ini sudah mendarah daging lantaran saya penurus. Jadi gak mungkin saya pindah usaha jaualan onderdil motor seperti yang ada disini," ujar Marasati Harahap kepada Tribun Jabar di Kiosnya, Jumat (30/3/2018).

Sejak tahun 2005, ia dipercayakan untuk meneruskan usaha tersebut oleh keluarga istrinya dan sejak itu pula ia hanya satu-satunya pedagang yang berjualan aksesoris kuda di pasar tersebut.

Setelah dipercayakan untuk meneruskan usaha itu, ia mulai belajar membuat aksesoris kuda tersebut secara otodidak.

"Dari itu saya mulai belajar membuat aksesoris dari kulit sapi yang bahannya saya beli dari Cibaduyut Bandung," katanya.

Lambat laun, pria yang memiliki dua anak ini, mengaku mulai bisa membuat pelana kuda, baju kuda dari bahan kulit sapi yang diproduksi di rumahnya maupun dikiosnya.

Baca: Jual Beli di Pasar Kembang Tegallega Ramai, di Balik Itu Ada Cerita Batas Waktu Pengosongan Lapak

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved