Senin, 13 April 2026

Keren, Pasukan Kebersihan Cilik jadi Inspirasi Warga agar Peduli Pada Lingkungan

"Tadi diajarkan sama kakak-kakak mana sampah organik dan anorganik. Saya jadi bisa membedakannya," kata dia

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Bank Sampah Bumi Inspirasi di Jalan Cisitu Indah 6, RW 04, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, melakukan launching atau peluncuran pasukan kebersihan cilik, Jumat (30/3/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa anak yang dipersiapkan menjadi pasukan kebersihan cilik mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Bank Sampah Bumi Inspirasi.

Sebelumnya diberitakan, Bank Sampah Bumi Inspirasi di Jalan Cisitu Indah 6, RW 04, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, melakukan launching atau peluncuran pasukan kebersihan cilik, Jumat (30/3/2018) pagi.

Pasukan kebersihan cilik itu terdiri dari 41 anak-anak usia 10-13 tahun dari empat masjid dari gerakan magrib mengaji (GMM) di RT 01, 06, dan 07, RW 04, Jalan Cisitu Indah.


Pasukan kebersihan cilik dibentuk agar mereka bisa menjadi inspirasi bagi warga sekitar untuk menularkan kebiasaan mengelola sampah secara baik.

Muhammad Riyad (10), siswa kelas 04 SDN Al Mukhlis yang tinggal di RT 03, Cisitu Indah, mengatakan, ada manfaat yang bisa diambil dari launching pasukan kebersihan cilik.

"Tadi diajarkan sama kakak-kakak mana sampah organik dan anorganik. Saya jadi bisa membedakannya," kata dia kepada Tribun Jabar setelah acara launching selesai.

Pulang ke rumah nanti, dia pun berjanji akan menerangkan mengenai pemilahan sampah kepada orang tuanya.

"Nanti dicoba di rumah," ujarnya.

Baca: Wow, Datang ke Bandung, Ustaz Abdul Somad Sempatkan Berswafoto Bareng Bumblebee

Anak lainnya, Taufik Nurohman (10), yang juga tinggal di RT 03, mengatakan, dia jadi mengetahui apa itu Kang Pisman atau kurangi-pisahkan-manfaatkan sampah.

"Sampah harus dikurangi, misalnya bawa botol minum, bawa misting, jadi plastik bekas jajan enggak dibuang sembarangan. Dipisahkan berarti dibedakan sampah organik dan anorganik. Kalau di manfaatkan, sampah bisa ditabung," katanya.

Dia juga berjanji akan menularkan pengetahuan barunya itu kepada teman-temannya saat mengaji di masjid.

Saat kegiatan launching berlangsung, puluhan anak kecil itu terlihat sudah berkumpul di Bank Sampah Bumi Inspirasi sejak pagi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved