Peace Train Indonesia Digelar di Bandung
Program ini diorientasikan untuk menjadi program regular yang rencananya akan dihelat setiap dua bulan dengan tujuan kota yang berbeda-beda.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Peace Train Indonesia 4, Jakarta-Bandung digelar pada Jumat-Minggu (23-25/3/2018).
Sesuai rilis yang diterima Tribun Jabar, Sabtu (24/3/2018), Peace Train Indonesia adalah program traveling lintas agama dengan menggunakan kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan.
Peace Train kali ini tujuannya adalah Bandung dan Cimahi, Jawa Barat.
Program ini diorientasikan untuk menjadi program regular yang rencananya akan dihelat setiap dua bulan dengan tujuan kota yang berbeda-beda.
Baca: Baru Diluncurkan, Bobotoh Keluhkan Jersey Baru: Sekelas Persib Bandung Kok Seperti KW?
Tujuannya, agar dapat mengeksplorasi sebanyak mungkin kota di Indonesia yang bisa dijangkau melalui moda kereta api dan melibatkan sebanyak mungkin komunitas muda lintas agama.
Di kota-kota ini peserta akan mengunjungi komunitas-komunitas agama, komunitas penggerak perdamaian, rumah-rumah ibadah, dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai aktor penting toleransi dan perdamaian antar agama.
Mereka juga akan berproses untuk saling belajar, berbagi cerita, berdialog, bekerja sama, mengelola perbedaan, berkampanye, dan menuliskan pengalaman perjumpaan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.
5 Alasan Kamu Harus ke Xquisite Resto, Termasuk Banyak Pilihan Menu Khas Nusantara https://t.co/b6pMs5chIY via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 23, 2018
Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan program ini selain lembaga-lembaga penggagas Peace Train Indonesia, seperti Forum Bhinneka Nusantara, Sekolah Damai Indonesia (Sekodi), Demokrasi.id, dan ICRP, juga menggandeng lembaga-lembaga jaringan dan rumah ibadah di Bandung dan Cimahi Jawa Barat, antara lain: Yayasan Bhinneka Nusantara, Vihara Satya Budhi, Komunitas Muslim Bandung, Gereja St Mikael, Pura Agung Wira Loka Natha, Sunda Wiwitan Cireundeu, dan Pakuan Bandung.
“Ada dua target penting dari Peace Train Indonesia 4 ini. Pertama, kampanye menangkal ujaran kebencian dan informasi bohong (hoax),” ujar salah satu penggagas Peace Train Indonesia Pendeta Frangky Tampubolon.
Menurut Ketua Forum Bhinneka Nusantara ini, intelijen dunia digital pemerintah merilis setiap hari terdapat sekitar 44,33 persen pergerakan penyebaran berita hoax.
“Kedua, kaderisasi masif bagi kelompok pemuda milenial untuk menjadi inisiator dan penggerak toleransi dan perdamaian,” kata Pendeta Frangky.
“Peace Train Indonesia ini kami dedekasikan bagi para pemuda dari berbagai agama untuk, pertama, saling kenal, berinteraksi dan berbagi pengalaman sembari belajar bagaimana berperan serta dalam membangun perdamaian di Tanah Air. Kedua, mempertemukan jaringan komunitas lintasagama dan penggiat kebinekaan dan perdamaian di Jawa Barat agar lebih kuat dan strategis dalam menumbuhkan nilai dan sikap toleransi serta membangun perdamaian,” kata Koordinator Studi Agama dan Perdamaian Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), yang juga penggagas Peace Train, Ahmad Nurcholish, dikutip dari rilis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/program-peace-train-indonesia-4-jakarta-bandung_20180324_160621.jpg)