Duh, Kabupaten Tasikmalaya Kekurangan Armada Pengangkut Sampah
Dirinya mengakui, pelayanan persampahan di wilayahnya belum berjalan optimal, pihaknya menargetkan pelayanan sampah 46 persen yang baru 33 persen.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pelayanan persampahan di Kabupaten Tasikmalaya masih belum merata karena terganjal beberapa kendala, yang di antaranya masih kurangnya armada mobil pengangkut sampah.
Kepala Bidang Pengeloaan Persampahan Limbah B3 dan penongkatan Kapasitas Kabupaten Tasikmalaya, Apep Dadi Sumardi mengatakan pihaknya baru bisa melayani 13 kecamatan dari 39 kecamatan yang ada.
"Sementara 26 kecamatan yang lainnya belum terlayani karena adanya kendala beberapa hal baik sarana maupun prasaranannya misalnya dam truk saja baru ada 8 untuk melayani 13 kecamatan," katanya, Rabu (21/3/2018).
Baca: Dicurhati Ibu-ibu, Aries Menangis Karena Masih Banyak Warga Sulit Hidup di Kota Bandung
Menurutnya, jumlah Ideal yang dibutuhkan Pemkab setidaknya membutuhkan 15 armada dam truk untuk melayani 18 kecamatan.
Dirinya mengakui, pelayanan persampahan di wilayahnya belum berjalan optimal, pihaknya menargetkan pelayanan sampah 46 persen dari saat ini yang baru 33 persen.
Apep menjelaskan ditengah kondisi yang ada saat ini untuk melayani 39 kecamatan Pemkab membagi 5 zonasi pelayanan persampahan yang mana di dalamnya terdapat satu TPA di masing-masing zona.
Baca: Cari Investor Bangun Rumah Sakit, Dirut RSUD Sumedang Malah Dapat Uang Palsu Miliaran Rupiah
"Di antaranya zona Singaparna, Ciawi, Manonjaya, Taraju, dan Zona Cikatomas Karangnunggal, dan juga 48 unit Bank sampah di Kabupaten Tasikmalaya dari 39 kecamatan dan dari 351 desa," jelasnya.
Selain itu sebagai alternatif pengolahan sampah diproritaskan di beberapa TPS 3R (reuse, reduce, recycle) yang sudah sudah dibangun disetiap kecamatan.
Volume sampah di Kabupaten Tasikmalaya, tutur Apep bila diasumsikan jumlah penduduk yang sekitar 1,7 jiwa totalnya 4382 kubik.
Baca: Penjual Cireng Cabuli Anak di Bawah Umur di Garut, Korban Diiming-imingi Uang
"Angka tersebut itu berdasarkan asumsi satu orang menghasilkan sampah dua setengah liter," ujarnya.
Untuk timbunan sampah ril, Apep mengaku belum ada data sampai saat ini.
Apep memastikan pengeloaan sampah di Kabupaten akan dioptimalkan lewat penambahan bank sampah yang mana ditargetkan ada di setiap desa.
Cerai dengan Suami Kedua, Ditipu Suami Ketiga, Kini Muzdalifah Kembali Alami Nasib Pilu https://t.co/yPNpedqfYV via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 21, 2018