Selasa, 5 Mei 2026

Sebelum Jadi Korban Terseret Aliran Curug Teko, Syifa Anjani Sering Melamun

Peristiwa itu menyisakan duka bagi anggota keluarga korban, termasuk Sopia (45), ibu Syifa Anjani yang ikut menjadi korban.

Tayang:
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Evakuasi korban tewas di Sungai Ciparugpug, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Senin (19/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Empat orang ditemukan tewas terseret arus sungai di Curug Teko, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Senin (19/3/2018).

Peristiwa itu menyisakan duka bagi anggota keluarga korban, termasuk Sopia (45), ibu Syifa Anjani yang ikut menjadi korban.

Syifa Anjani adalah warga Kampung Sukaraja, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Beberapa hari sebelum maut menjemput, ucap Sopia, putrinya itu cenderung lebih pendiam dibandingkan biasanya.


"Jadi sering melamun, apalagi waktu pulang kerja," kata Sopia seusai prosesi pemakaman Syifa di Kampung Sukaraja, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Senin (19/3/2018).

Sebelum berangkat ke Curug Teko, Syifa sempat pamit kepada ibunya untuk mengunjungi salah seorang temannya di Kampung Sukaregang pada pukul 10.00 WIB, Minggu (18/3/2018).

"Syifa enggak jujur kalau mau maen ke air terjun," katanya.

Baca: Senang Main ke Pantai, Andania Suri Malah Senang Terik Bikin Kulitnya Lebih Coklat

Merasa curiga‎ karena Syifa tak kunjung pulang, Sopia beberapa mencoba menghubungi melalui sambungan telepon, namun gagal.

"Ditelepon tidak aktif, di situ saya mulai curiga," ujarnya.

Di waktu pagi hari, Senin (19/3/2018), Sopia mengatakan, dirinya mendapatkan kabar kematian tersebut dari tetangganya.

"Katanya tetangga saya lihat kabar itu di internet," ujarnya.

Tak lama dari itu, pihak keluarga dari korban tewas lainnya, datang ke rumahnya Sopia untuk mengabarkan Syifa sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

"Saya kaget anak saya yang tidak pulang, tahu-tahu sudah meninggal," kata Sopia yang mengaku suaminya merupakan buruh serabutan.

Sopia mengatakan, sebelum terseret di aliran Curug Teko, Syifa jarang sekali ingin bermain ke tempat wisata.

"Kalau libur, biasanya di rumah tapi pas mau pergi ke Curug Teko buru-buru sekali," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved