Minggu, 10 Mei 2026

50 Warga Cikancung Keracunan Usai Menyantap Hidangan Hajatan, Diduga Berasal dari Makanan Ini

Korban lain ini, kata Ipan berusaha mengobati diri sendiri dengan cara banyak minum dan meminum air kelapa sehingga tidak ke rumah sakit.

Tayang:
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Yudha Maulana
istimewa
Lebih dari 50 orang warga RT 03/08 Kampung Cipeundeuy, Desa/Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung keracunan makanan sekitar pukul 16.30 WIB Rabu, (7/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, CIKANCUNG - Lebih dari 50 orang warga RT 03/08 Kampung Cipeundeuy, Desa/Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung keracunan makanan sekitar pukul 16.30 WIB Rabu, (7/3/2018).

Diduga korban keracunan ini memakan yang dihidangkan dalam acara hajatan pernikahan salah seorang warga.

Kapolsek Cikancung AKP Ipan Taopik, saat dihubungi menuturkan menjelang sore hari sebagian tamu undangan mengalami mual dan muntah-muntah sehingga dilarikan ke RSUD Majalaya sehingga petugas rumah sakit kewalahan.

Akhirnya sebagian korban keracunan dirujuk ke RSUD Cicalengka.

KAWASAN ALUN-ALUN DAYEUHKOLOT DITERJANG BANJIR . Kawasan Alun-alun Dayeuhkolot mulai diterjang banjir kembali. Hujan deras disertai angin yang sangat kencang juga merobohkan tembok penahan papan nama sebuah toko busana hingga hancur, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (7/3) sekitar pukul 14.30. . . Yeni Anggraeni (37) seorang pedagang mengaku ketakutan saat hujan disertai angin yang sangat kencang membuat ambruk tembok papan nama sebuah toko busana. (Tribun Jabar/ Mumu Mujahidin) . Baca selengkapnya: Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Dayeuhkolot Kembali Banjir, Angin Kencang Hancurkan Tembok, Warga Panik Berlari Selamatkan Diri, http://jabar.tribunnews.com/2018/03/07/dayeuhkolot-kembali-banjir-angin-kencang-hancurkan-tembok-warga-panik-berlari-selamatkan-diri. Penulis: Mumu Mujahidin Editor: Kisdiantoro http://jabar.tribunnews.com/2018/03/07/dayeuhkolot-kembali-banjir-angin-kencang-hancurkan-tembok-warga-panik-berlari-selamatkan-diri. #tribunjabar #prakiraancuaca #banjir #dayeuhkolot #bandung

"Korban dirawat di RSUD Majalaya ada 22 orang, di RSUD Cicalengka ada 35 orang, total dari 55 orang. Sebagian sudah pulang sebagian lagi masih diobservasi di masing-masing rumah sakit. Semua sudah membaik hanya mual-mual, muntah dan pusing," tuturnya.

Pihak kepolisian bersama pihak kecamatan langsung meninjau lokasi hajatan di kediaman Endang (50). Pihaknya langsung mengecek sejumlah menu hidangan prasmanan di pernikahan tersebut.

"Saya masih di TKP di tempat hajat. Jadi di sini ada sate, kemudian beberapa macam makanan namun yang diduga mengandung racun itu ada ayam suwir. Karena menjelang sore ayam sudah agak bau. Kalau pas makannya mungkin tidak terasa namun efeknya itu setelah 2 jam baru terasa pusing, mual dan muntah," tutur Kapolsek.

Dari jumlah tersebut memang banyak juga korban yang bertahan dan memilih untuk tidak ke rumah sakit.

Korban lain ini, kata Ipan berusaha mengobati diri sendiri dengan cara banyak minum dan meminum air kelapa sehingga tidak ke rumah sakit.

Makanan prasmanan tersebut dimasak sendiri oleh pihak keluarga hajatan, bukan berasal dari pesanan catering.

Baca: Tukang Ojek dari Sumdang Ini Tak Tahu yang Disebarnya Adalah Hoaks

Baca: Janji Empat Gladiator Pilgub Jabar 2018 untuk Lestarikan Citarum, Mana Jagoanmu?

"Kebetulan yang punya hajat dan yang masaknya juga masuk rumah sakit ikut mual-mual juga. Nanti kita mintai keterangan pada orang yang masak dan yang punya hajat. Termasuk belanja di mana itu ayam dan lain-lain. Tapi sementara belum bisa dimintai keterangan," katanya.

Dikatakannya seluruh sample makanan sudah diamankan pihak kepolisian untuk diuji di laboratorium. Selain itu tim Inafis Polres Bandung malam tadi juga langsung meluncur ke TKP, untuk menyelidiki penyebab keracunan massal tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved