Jumat, 17 April 2026

Ratusan Warga Malangbong Keracunan , Diduga karena Makan Hidangan Pernikahan

Terkait hal ini, pihaknya belum mengizinkan pasien untuk pulang ke rumah masing-masing, dikarenakan masik dalam tahap observasi.

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Yudha Maulana
istimewa
Korban keracunan di Puskesmas Malangbong, Senin (5/3/2018) 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ratusan warga Kampung Rancamaya, Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, dibawa ke puskesmas, karena diduga mengalami keracunan makanan hajatan yang digelar oleh seorang warga pada Senin (5/3/2018).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, keracunan massal tersebut terjadi pada saat hajatan yang dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB.

Dalam hajatan tersebut, pihak penyelenggaran menyediakan 400 porsi berupa nasi kotak dan prasmanan bagi tamu undangan yang sebagian besar merupakan warga Kampung Rancamaya.

Diketahui, reaksi keracunan makanan tersebut, mulai terasa oleh salah seorang warga pada pukul 18.00 WIB‎ dan kemudian menjalar kepada warga lainnya.

Baca: 2 Remaja Putri di Tasik yang Dikabarkan Hilang Ditemukan, Mengaku Lebih Nyaman Tinggal di Luar

Kepala Seksi Survei dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, membenarkan, awal keracunan massal tersebut beras‎al dari hidangan hajatan salah seorang warga.

"‎Benar ada keracunan, tapi kami belum bisa pastikan itu dari makanan apa," kata Asep di Puskesmas Malangbong, Jalan Alun-alun Timur, Kabupaten Garut, Selasa (5/3/2018).

‎Asep mengatakan, saat ini korban berjumlah 1‎45 orang, 49 di antaranya berada di Puskesmas Malangbong dan 90 orang berada di Balai Desa Sukawayana.

Baca: Terkuak, Polisi Temukan Aliran Dana Masuk ke Rekening Eks Bacabup Garut Soni Sondani

"Data yang berhasil kami dapatkan ada145 orang,‎ kemungkinan akan bertambah," ujarnya.

Maka dari itu, agar semua korban dapat tertangani, pihaknya pun akan memindahkan korban yang saat ini berada di Balai Desa Sukawayana.

"Kami akan larikan ke puskesmas terdekat, seperti Puskesmas Limbangan," ujarnya.

Terkait hal ini, pihaknya belum mengizinkan pasien untuk pulang ke rumah masing-masing, dikarenakan masik dalam tahap observasi.

"Kami masih mengidentifikasi‎ dan menyelidiki," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved