Sebar Konten Hoaks Prawoto dan KH Hasan Basri Dianiaya PKI, Pria Ini Punya 9 Akun Facebook
Ahyad Saepuloh mengaku menyebarkan konten-konten hoaks itu sejak 2017 tanpa dibiayai siapapun.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ahyad Saepuloh (28) sudah sejak 2017 mengelola sembilan akun Facebook di antaranya Ugie Khan, Ugie Khan II, Ugiekhan1 dan Tobing Cigondewah.
Tugasnya menyebarkan informasi hoaks soal kebangkitan PKI hingga dikaitkan pelaku penganiayaan Pengurus Persis Ustaz Prawoto dan KH Umar Basri.
Ia menyebut anggota PKI-lah yang menganiaya dua ulama itu.
"Dia memiliki sembilan akun di Facebook dan semua akun menyebarkan informasi hoaks dan konten ujaran kebencian," ujar Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Samudi.
Komplotan Penyebar Hoaks MCA Mirip Grup Saracen, Apa Bedanya? https://t.co/IXdMrcJsPz via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 28, 2018
Dia ditangkap Satgas Patroli Cyber Polda Jabar pekan ini karena unggahannya mengandung informasi palsu dan ujaran kebencian menyinggung SARA.
Ahyad Saepuloh mengaku menyebarkan konten-konten hoaks itu sejak 2017 tanpa dibiayai siapapun.
"Saya keluarkan uang Rp 40 ribu untuk semua konten-konten yang saya sebar dan sebar ulang. Uangnya dari pribadi saya sendiri. Saya tidak ada yang menyuruh," ujar Ahyad Saepuloh.
Ironisnya, ia tidak tahu dan tak sadar bahwa apa yang dilakukannya justru membuat masyarakat resah dan diadu domba.
Baca: Mak Karsinah Sudah Olah Teh Sejak Zaman Penjajahan Belanda, Caranya Tetap Tradisional
"Saya enggak tahu konten yang saya sebar bisa memecah belah masyarakat. Saya memang punya akun sembilan semuanya pakai foto saya sendiri dan semuanya hanya menyebar ulang konten yang sudah ada di lini masa saya," kata dia.
Ia tak banyak komentar saat ditanya darimana ia tahu mengenai anggota PKI yang jadi penganiaya Ustaz Prawoto dan KH Hasan Basri adalah PKI.
Ahyad Saepuloh juga diam saat ditanya apakah ia terafiliasi anggota ormas tertentu.
"Saya enggak tahu, hanya ikut-ikutan saja. Saya enggak tahu ormas," ujar Ahyad Saepuloh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/akun-facebook-ahyad-saepuloh_20180228_151358.jpg)