Minggu, 12 April 2026

Gereja Makam Yesus di Israel Ditutup, Apa Penyebabnya?

Upaya itu disebut sebagai usaha untuk melemahkan kehadiran orang Kristen di Yerusalem.

Editor: Yudha Maulana
(Kompas.com/AFP/Gali Tibbon).
Para pemimpin Kristen mengambil langkah langka untuk menutup Gereja Makam Suci, yang dibangun di lokasi pemakaman Yesus di Yerusalem, Israel, sebagai protes rencana aturan pajak pemerintah Israel dan sebuah undang-undang properti yang diusulkan, Minggu (25/2/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, YERUSALEM - Gereja Makam Kudus di Israel ditutup sebagai rangkaian protes terhadap aturan pajak baru.

Para pemimpin gereja juga menentang undang-undang pemerintah Israel untuk menyita tanah gereja.

Dilansir dari Kompas.com yang melansir The Guardian, Minggu (25/2/2018), para pemimpin gereja menuduh Israel melakukan serangan sistematis terhadap orang-orang Kristen di Tanah Suci.

Para pemimpin gereja Ortodoks Yunani, Armenia Apostolik, dan Katolik, yang bersama-sama mengelola kawasan itu mengeluhkan rencana pemerintah kota untuk memodifikasi pembebasan pajak tempat suci.

Upaya itu disebut sebagai usaha untuk melemahkan kehadiran orang Kristen di Yerusalem.

Sekitar seratus anak muda dari komunitas dan organisasi yang tergabung dalam XTC Rancamanyar, Brigez Rancamanyar, Jarambah Squad, dan Rancamanyar Kondusif menggelar kegiatan Rancamanyar Bersih. . Kegiatan yang digelar oleh Karangtaruna Desa Rancamanyar ini dilukan di sepanjang Jalan Rancamanyar dan Taman Bale Rancamanyar di bantaran Sungai Citarum, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (24/2/2018). . Kerja bakti yang mengusung tema "Ulah Nyampah Bisi Disumpah" tersebut diawali dengan operasi semut memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalan dari mulai Kantor Desa Ramcamanyar hingga Sungai Citarum. . Acara dilanjutkan dengan membabat rumput liar dan membersihkan sampah di Taman Bale Rancamanyar pinggir Sungai Citarum. . Peran aktif anak muda dalam kegiatan positif ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan enak dipandang mata. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Secara terpisah, mereka juga mengecam aturan yang diskriminatif yang memungkinkan properti gereja diklaim oleh negara.

"Rancangan undang-undang ini akan diputuskan hari ini dalam pertemuan komite menteri. Jika disetujui, pengambilalihan tanah gereja menjadi mungkin," kata para pemimpin gereja dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai tindakan protes, kami memutuskan untuk mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan menutup Gereja Makam Kudus ini," tambahnya.

Baca: Tiga Tersangka Kasus Suap Pilkada Garut Sudah Gunakan Baju Tahanan Polda Jabar

Tidak jelas sampai berapa lama gereja yang menjadi tempat di mana Yesus disalibkan, wafat, dimakamkan, dan bangkit ini bakal ditutup.

Gereja tersebut telah menarik ribuan peziarah dari seluruh dunia dan belum pernah ditutup karena alasan politik sejak 1900.

UU pertanahan yang terbaru akan membatasi kemampuan gereja untuk menjual tanahnya kepada pengembang swasta.

Baca: Harga BBM Non-subsidi Naik Sejak Sabtu Kemarin, Harga Tiap Wilayah Berbeda-beda, Ini Rinciannya

Pejabat perkotaan di Yerusalem menyatakan, pembebasan pajak telah salah diterapkan oleh properti komersial yang dimiliki gereja, seperti restoran dan hotel.

AFP melaporkan Wali Kota Yerusalem Nir Barkat mengatakan, kotanya memiliki potensi pajak sebesar 186 juta dollar Amerika Serikat yang tidak tertagih atas properti gereja.

Dia menekankan Gereja Makam Suci dan semua gereja lainnya dibebaskan dari pajak dan akan tetap demikian, dengan perubahan yang hanya mempengaruhi perusahaan hotel, ruangan aula, dan bisnis lainnya yang dimiliki gereja.


Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved