Warga Khawatir Pembangunan Industri di Cijolang Rusak Pola Hidup Masyarakat
Koordinator aksi, Cholil Umar mengatakan, adanya industri, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru di wilayah masyarakat sekitar.
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Yudha Maulana
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ratusan warga, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, melakukan berunjuk rasa menolak rencana pembangunan industri di wilayah permukiman serta pesantren.
Masyarakat menilai, pembangunan pabrik tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi lingkungan daerah tersebut
Diketahui, di desa tersebut akan dibangun sebuah industri manufaktur atau pabrik sepatu.
Koordinator aksi, Cholil Umar mengatakan, adanya industri, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru di wilayah masyarakat sekitar.
Baca: Setelah Bu Dendy, Beredar 2 Video Viral Istri Sah Labrak Terduga Pelakor, Aksinya Serem Banget!
Selain itu, adanya berdekatan dengan pondok pesantren, hal ini akan berdampak dengan kondisi santri dan akan menyebabkan santri memiliki sikap konsumtif.
"Apakah pantas sebuah industri berdekatan dengan tempat pendidikan?," kata Umar disela aksi di Alun-alun Limbangan, Jum'at (23/2/2018).
Tak hanya itu, ia menilai, adanya pabrik ini dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi lingkungan, mengingat Kampung Cijolang merupakan daerah kategori tanah labil.
"Seperti ada yang dipaksakan terhadap rencana pembangunan ini," ujarnya.
Baca: Lepas dari Persib, Sergio van Dijk Jadi Tukang Kue Bolu Gulung? Begini Pesannya di Medsos
Terkait hal ini, massa pun akan bertolak ke pusat Pemerintahan Kabupaten Garut untuk menanyakan apakah izin mendirikan pabrik tersebut sesuai aturan.
"Kalau memang tidak menghendaki adanya alih fungsi lahan, jangan dikasih izin," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ratusan-warga-desa-cijolang-kecamatan-limbangan_20180223_181805.jpg)