Sabtu, 25 April 2026

Lais, Seni Akrobatik Ekstrem Asli Garut di Atas Seutas Tali

Tak hanya ketangkasan adu domba, siapa yang menyangka jika Kabupaten Garut memiliki seni akrobatik yang cukup ekstrim, yakni seni lais.

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Seni Lais di Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018‎, Lapang Ciateul, Kabupaten Garut, Kamis (22/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Tak hanya ketangkasan adu domba, siapa yang menyangka jika Kabupaten Garut memiliki seni akrobatik yang cukup ekstrem, yakni seni lais.

Dimainkan menggunakan dua batang bambu sepanjang 12 meter yang dihubungkan dengan seutas tali tambang, atraksi ini mengundang decak kagum para penonton.

Diiringi musik yang dimainkan oleh para nayaga, seorang bocah memanjat tiang bambu tersebut tanpa bantuan dan menggunakan alat pengaman.

Setelah sampai di ujung tali, pemain seni Lais ini melakukan aksi akrobatiknya yakni berjalan dan berbaring di atas tali yang membentang dari bambu tersebut.

Baca: Fredrich Merasa Dilecehkan Kenakan Rompi Tahanan KPK, Mengadu ke Hakim Malah Dijawab Begini

Meski berada di atas ketinggian, pemain lais sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.

Bahkan beberapa kali menunjukkan ekspresi lucu sehingga membuat para penonton terpingkal-pingkal.‎

Pimpinan Lingkung Seni Putra Pancawarna Medal Panglipur, Ade Dadang, menerangkan, seni musik reog ini bermula dari Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

"Seni ini pertama dimainkan oleh seorang pemanjat pohon kelapa yang bernama Laisan," kata Dadang saat dijumpai di Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018‎, Lapangan Ciateul, Kabupaten Garut, Kamis (22/2/2018).

Untuk memulai ketangkasan ini, pemain seni Lais terlebih dahulu harus mempersiapkan diri sebulan sebelum pertunjukan dimulai.

Baca: Novel Kembali, KPK Inisiasi Tim Gabungan Pencari Fakta

Dadang mengatakan, hal ini perlu dilakukan agar untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan saat pertunjukkan.

"Saya beberapa kali pernah terjatuh, dikarenakan konsentrasi buyar karena tidak kuat," katanya.

Selain itu, Dadang mengemukakan, semua orang bisa mencoba ketangkasan lais, asalkan mau telaten dan bersungguh dalam melakoni seni tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved