Hari Peduli Sampah Nasional
VIDEO: Tabur Bunga di Lokasi Tragedi Longsor TPA Leuwigajah Diiringi Musik Karinding
MEMAKAI pakaian pangsi atau pakaian hitam-hitam lengkap dengan ikat kepala, sejumlah tokoh adat Kampung Cireundeu...
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Memakai pakaian pangsi atau pakaian hitam-hitam lengkap dengan ikat kepala, sejumlah tokoh Kampung Adat Cireundeu menggelar tabur bunga di tempat penampungan akhir (TPA) Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (21/2/2018).
Tabur bunga berbagai jenis itu diiringi musik karinding yang dimainkan tokoh adat dengan cara melingkar dan dimainkan diatas tebing dengan ketinggian sekitar 60 meter.
Suara alat musik dari bambu itu dimainkan dengan cara dijepit bibir dan ditepuk dengan jemari tangan kanan.
Sehingga suara yang dihasilkan bernada tinggi, melengking dan berpadu dengan hembusan angin serta terik matahari.
Bunga yang disimpan ditempat berbahan bambu itu ditaburkan oleh tokoh adat dan warga setempat ke bawah tebing.
Sehingga bunga yang ditaburkan itu berterbangan karena terbawa angin kebawah tebing yang cukup tinggi itu.
Pegunungan serta hamparan tumbuhan yang hijau terlihat dan membuat suasana terasa sejuk, bahkan cuaca siang itu pun tampak cerah, terlihat langit pun berwarna biru.
Tabur bunga itu untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pasca terjadinya peristiwa longsor sampah di Kampung Adat Cireundeu pada, 21 Februari 2004.
Hingga kini, peristiwa nahas yang terjadi 13 tahun silam itu masih meninggalkan kenangan pahit akibat meninggalnya 157 warga Cireundeu karena tertimbun longsoran sampah yang menggunung. (*)
Video Production: Dicky Fadiar Djuhud