Selasa, 16 Juni 2026

Kisah Pengusaha Pasar Malam, Berguguran di Tengah Perkembangan Zaman

Grup pasar malam ini menjadi satu diantara sedikit grup pasar malam yang masih bertahan di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Tayang:
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Langit mendung menaungi Pasar Malam Jaya Mandiri Grup yang digelar di Alun-Alun Tanjungsari, Rabu (14/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Jaya Mandiri Grup adalah grup pasar malam yang sudah berdiri sejak 18 tahun lalu, sejak 2000.

Grup pasar malam ini menjadi satu diantara sedikit grup pasar malam yang masih bertahan di tengah pesatnya perkembangan zaman.

"Grup lain sudah banyak yang tidak kuat melanjutkan (menggelar pasar malam) akhirnya tutup," ujar Tatang Nurul Khoer (37), pengurus Pasar Malam Jaya Mandiri Grup, ketika ditemui Tribun Jabar di pasar malam yang digelarnya di Alun-Alun Tanjungsari, Sumedang, Rabu (14/2/2018).

Grup-grup pasar malam yang tidak kuat bertahan, Tatang Nurul Khoer mengungkapkan, kebanyakan memilih untuk menyewakan wahana yang dimilikinya.

Hal tersebut dipilih karena membutuhkan modal yang lebih kecil dan keutungan yang pasti dibandingkan menggelar pasar malam.

Baca: Pengusaha Pasar Malam: Hanya Saat Hujan Saja KO, Omsetnya Kering

"Bayangkan saja, untuk menggelar pasar malam 20 hari saja, modal habis 75 juta rupiah, belum operasionalnya," ujar Tatang Nurul Khoer.

Biaya Rp. 75 juta tersebut digunakan untuk tenda, perizinan, panggung, dan lain sebagainya, sementara itu uang operasional untuk bahan bakar penggerak mesin di luar dari itu.

Untuk mesin wahana misalnya, biaya bahan bakarnya Rp. 100 ribu hanya untuk dua hari, bila 20 hari mencapai satu juta rupiah.

Sementara bila menyewakan wahana saja, pemilik pasar malam tidak perlu mengeluarkan biaya modal awal.

Selain itu, keuntungan dari gelaran pasar malam pun tak menentu, terutama di musim hujan seperti saat ini.

Baca: 3 Bupati Subang Terlibat Korupsi, Ketua DPRD Subang: Kami Belum Bisa Belajar dari Masa Lalu

"Tidak seperti perbankan yang jelas, kalau pasar malam kan kadang gali lubang tutup lubang," ujar Tatang Nurul Khoer.

Terkadang, Tatang Nurul Khoer mengungkapkan, di gelaran pertama dirinya mendapatkan untung cukup besar, namun di gelaran selanjutnya justru merugi.

Bahkan, bila sedang tak beruntung, Tatang Nurul mengaku bisa merugi hingga jumlahnya setengah dari modal yang dikeluarkan.

"Ya ini jalannya kalau cari makan dari pasar malam, pahit manis lah," ujarnya.


Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
Live
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved