Kamis, 9 April 2026

Bergaya Punk tapi Sangat Sayang Ibunya, Buruh Ternak Ini Menggugah Hati Dedi Mulyadi

Merasa penasaran dengan anaknya yang masih mau menggembala untuk kehidupan sehari-hari, Dedi lantas memanggilnya.

Penulis: Haryanto | Editor: Yudha Maulana
istimewa
Jajat Supriatna (23) bersama Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi pada acara paturay tineung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Melihat anak muda berpenampilan punk namun bekerja sebagai buruh ternak. Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, sosok anak muda tersebut yang seharusnya menjadi generasi zaman now.

Hal itu dikatakan saat Dedi bertemu dengan Jajat Supriatna (23) pada acara paturay tineung, Minggu (4/2/2018) malam.

Acara perpisahan Dedi dengan masyarakat itu, digelar atas inisiatif warga dan berlangsung di lapangan Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta.

Jajat yang berpenampilan seperti anak punk, dengan rambut pirang, serta sweter hijaunya itu dipanggil ke atas panggung setelah ibunya, Sarimanah (55) menceritakan kehidupannya.

Baca: 4 Titik di Bogor Diterjang Longsor, Bahu Jalan Amblas, Polisi Bantu Bersihkan Jalan Pakai Alat Berat

Perempuan beranak dua itu kemudian menceritakan, bahwa ia memiliki seorang anak yang berprofesi sebagai buruh ternak. Penghasilan Jajat diketahui hanya sebesar Rp20 ribu per hari.

"Sehari-hari pelihara 9 domba dan 3 ekor sapi, penghasilan Rp20 ribu satu hari," kata Sarimanah dihadapan Dedi.

Merasa penasaran dengan anaknya yang masih mau menggembala untuk kehidupan sehari-hari, Dedi lantas memanggilnya.

Seraya menaiki tangga keatas panggung, rambut yang dimiliki Jajat menarik perhatian Dedi.

"Nah, ini seharusnya kids zaman now tuh, penampilan anak punk tapi enggak malu untuk menggembala kambing," kata Dedi kepada Jajat.

Baca: Penting ! Ini Gejala Awal Penyakit Mematikan Difteri, Rentan Jangkiti Anak-anak

Hal itu menurut Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar ini adalah sosok yang seharusnya menggambarkan kids jaman now.

Dedi menyebut berbakti pada orang tua, meski bekerja seadanya, Jajat tidak malu melakukan pekerjaannya.

Penampilan seseorang, menurut Dedi tidak dapat digunakan sebagai penilaian karakter dari orang tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved