Kerang Rajut, Desain Baru Istana Kerajinan Kerang Cirebon yang Laris Manis di Pasaran
Kerang rajut merupakan produk terbaru Istana Kerajinan Kerang yang mulai diburu pembeli. Kreasi itu merupakan . . .
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIREBON - Kerang rajut merupakan produk terbaru Istana Kerajinan Kerang yang mulai diburu pembeli.
Kreasi dalam produk aksesoris itu merupakan kombinasi kain rajut dan kulit kerang.
Bentuknya seperti kalung dan biasa digunakan dengan cara dipajang menggantung pada sebuah besi setinggi kira-kira 50 cm.
Kulit kerang dipasangi hingga hampir menutupi kain rajut yang berwarna cokelat itu.
Baca: Koki Salt Bae yang Viral Diperiksa Pihak Berwenang, Gara-garanya Ini
Namun, kerang rajut sebenarnya hanya digunakan untuk hiasan meja.
"Sekarang dikembangkan jadi cermin. Kerang rajut jadi bingkainya," kata kata Nurhandiah, pemilik Istana Kerajinan Kerang, saat ditemui di ruang pameran Istana Kerajinan Kerang di Desa Astapada, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Kamis (1/2/2018).
Ia mengatakan, kulit kerang yang digunakan didapat dari perairan Cirebon.
UPDATE - Bursa Transfer Pemain: Muchlis Hadi ke Persib, Andik Semakin Dekat dengan Maung Bandung https://t.co/JlBUKxFyxw via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 1, 2018
Namun, Nurhandiah seringkali menggunakan kerang dari berbagai daerah di Indonesia untuk dibuat kerang rajut.
Menurut Nurhandiah, pada dasarnya semua jenis kerang bisa dirajut.
Tinggal bagaimana mengkreasikannya saja.
"Untuk kerang rajut biasanya kulit kerang yang dipakai itu dipotong dulu," ujar Nurhandiah.
Produk kerang rajut sendiri dibanderol dari harga Rp 225 ribu hingga Rp 2 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kerang-rajut-desain-terbaru-di-istana-kerajinan-kerang-kabupaten-cirebon_20180201_182730.jpg)