Begini 5 Fakta Seputar Studio Pengembang Game Asal Bandung Bernama Tamatin Entertainment
Hingga awal 2018 ini, Tamatin Entertainment sudah membuat dua buah gim di ponsel Android yang tersedia di portal aplikasi Playstore.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Isal Mawardi
3. Sedang Membuat Gim di Komputer Personal
Saat ini, diakui Yodi, Tamatin Entertainment sedang mengerjakan gim yang bisa dioperasikan pada komputer personal (PC).
"Ini sedang mengerjakan konsepnya. Kami ingin membuat gim di PC dengam genre aksi. Membuat gim di PC itu lebih bisa membuat kami nyaman, karena tidak terkendala spesifikasi yang terbatas seperti di ponsel Android," ujarnya.
4. Terkendala Dana
Sebuah studio, diakui Yodi, tentu membutuhkan biaya operasional agar terap terus berjalan.
Satu cara yang paling efektif untuk mendapatkan pemasukkan bagi studionya adalah mengambil proyek atau pekerjaan dari klien lain.
"Biasanya beberapa orang di antara kami akan mengambil proyek dari klien. Kebanyakan membuat aplikasi (perangkat lunak). Dalam mengerjakan satu kali proyek, itu kita mendapatkan bayaran yang lumayan sih," kata Yodi.
Namun, dia enggan menyebutkan berapa bayaran yang diterima saat mengerjakan proyek membuat aplikasi dari klien.
5. Kesulitan Memasarkan Gim
Yodi, mengatakan, kendala paling berarti di industri gim Indonesia adalah kurang banyaknya perusahaan publisher gim.
Publisher berfungsi untuk memasarkan, mendistribusikan, dan memanufaktur gim buatan studio game yang independen.
"Di Indonesia itu masih jarang publisher. Baru-baru ini saja beberapa pengembang sudah mulai ambil bagian menjadi publisher," katanya.
