Minggu, 12 April 2026

Ini Penampakan Baru Gedung Nedhandel NV di Asia Afrika

Gedung yang terletak di Jalan Asia Afrika Bandung ini sudah selesai dilakukan pemugarannya.

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Gedung karya arsitek Belanda R L A Schoemaker tahun 1915 tampil lebih cantik. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kota Bandung memiliki cukup banyal gedung bersejarah, salah satunya adalah Gedung Nedhandel NV.

Gedung yang terletak di Jalan Asia Afrika Bandung ini sudah selesai dilakukan pemugarannya.

Sebagai salah satu peninggalan heritage, gedung yang difungsikan sebagai Kantor Bank Mandiri ini direstorasi untuk mendukung industri pariwisata nasional.

"Bank Mandiri turut mendukung melalui pengelolaan gedung-gedung bersejarah agar dapat menjadi cagar budaya dan warisan sejarah arsitektur," kata Direktur Operations Bank Mandiri Ogi Prastomiyono saat peresmian Kantor Cabang Bandung Alun-Alun sebagai cagar budaya nasional di Bandung, Jumat (26/1/2018) malam.

Dalam proses pemugaran bangunan yang dimulai sejak akhir 2017 itu, Bank Mandiri telah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk memastikan kesesuaian restorasi dengan batasan yang diperkenankan untuk bangunan cagar budaya.

Instansi tersebut antara lain, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Tim Pertimbangan Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya di Kota Bandung, serta Unit Konservasi dan Heritage PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Project Director Bank Mandiri, Rina Kurniawati mengatakan, gedung Bank Mandiri Alun-alun sebelumnya merupakan bangunan kantor perdagangan milik pemerintah kolonial Belanda atau The Nederlandsche Handel Maatschaappij (NHM).

Bangunan tersebut, kata dia, dibangun pada tahun 1912 dengan gaya arsitekturnya mengikuti gaya Neo klasik abad ke-19 di Belanda menggunakan material-material yang didatangkan dari Eropa.

Konsep dasar pemugaran bangunan tersebut adalah revitalisasi adaptasi untuk mengembalikan ke bentuk asli bangunan dengan menyesuaikan fungsi ruangan yang digunakan untuk operasional kantor cabang.

Seperti dengan penggunaan aksesoris interior yang menyerupai kondisi bangunan cagar budaya, serta renovasi ruangan agar bernuansa heritage.

"Sebelum melakukan restorasi, kami mencari referensi, termasuk melihat bangunan lain dengan arsitektur yang sama, " kata perempuan lulusan Arsitek Universitas Gajah Mada ini.

Dari pantauan Tribun Jabar, gedung karya arsitek Hulswit Vermen dan Edward Cuypers pada tahun 1915 itu tampil lebih cantik.

Untuk menyesuaikan gaya Art Deco gedung ini, tim restorasi menyediakan fasilitas pendukung seperti kursi dan meja kayu, hingga lampu gantung utama yang unik dan ada kesan "jadul".

Pengunjung atau nasabah yang datang ke gedung ini akan melihat salah satu point of interest yakni sebuah relief karya seniman yang terpampang di dinding.

Rina mengatakan, relief yang dibuat dari bahan khusus ini menggambarkan aktivitas kota Bandung seperti perdagangan dan layanan transportasi kereta api.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved