Video Mesum Dua Bocah

VIDEO: Menteri Yohana Bawakan Anak-anak Korban Video Porno Oleh-oleh

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak juga mengatakan, bahwa dirinya juga telah bertemu dengan enam...

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Yohana Yembise menilai bahwa kasus videon porno anak harus di tangani secara serius.

"Kalau status Kota ramah anak, Kota Bandung belum bisa dikategorikan sebagai kota ramah anak. Ada beberapa aspek dan tahapan yang harus ditempuh," kata Yohana Yembise di Mapolda Jabar, Senin (15/1/2018).

Untuk menjadi Kota ramah anak, ada tahapan yang harus dilalui suatu Kota maupun Kabupaten.

Yohana Yembisi menambahkan, bahwa ada tahapan pratama, madya dan tahap lanjutan lainnya hingga bisa suatu Kota atau Kabupaten layak ramah anak.

"Kota Bandung itu saat ini masih pada tahap Madya, jadi belum bisa dilategorikan Kota ramah anak," kata Yohana.

Kehadiran Yohana di Mapolda Jabar, bertujuan untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut yang sedang ditangani Polda Jabar.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak juga mengatakan, bahwa dirinya juga telah bertemu dengan enam tersangka kasus video porno.

"Setelah saya tanya, para tersangka mengaku bahwa mereka melakukan hal tersebut karena tuntutan ekonomi," kata Yohana.

Sebelum mengunjungi Mapolda Jabar, Yohana Yembise pada pagi harinya menyambangi P2TP2A Jawa Barat. 

Yohana juga memberikan berbagai buah tangan untuk anak-anak itu. "Ada beberapa hadiah untuk mereka, lalu mereka bilang ke saya 'Bu Menteri nanti datang lagi ya," kata Yohana.

Seusai mengunjungi P2TP2A, Yohana langsung menuju Polda Jawa Barat untuk rapat koordinasi terkait perkembangan kasus pembuatan video pornografi tersebut. (*)

Video Production: Dicky Fadiar Djuhud

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved