Pedagang Ayam Mogok Berjualan, Tukang Bubur Kelimpungan
"Saya tak berani menaikkan harga bubur ayam, meski bahan ayam yang saya beli sangat mahal," ujarnya.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Hari ketiga mogoknya pedagang ayam di Cianjur mulai dirasakan masyarakat. Satu di antaranya adalah penjual bubur ayam.
Seperti diketahui bahwa bubur ayam khas Cianjur memang cukup banyak ditemui di setiap sudut kota atau perkampungan.
Namun sejak Minggu (14/1) sampai dengan Senin (15/1) kemarin, para tukang bubur ayam mulai kelimpungan mencari ayam potong yang biasa dijual di pasar yang terdekat dengan tempat mereka berjualan.
Hal tersebut dikatakan oleh seorang penjual bubur Jamal (50) yang biasa berjualan di Kampung Karangsari, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah.
Ia sebelumnya heran dengan hilangnya para pedagang ayam di pasar.
Baca: Komentar Bojan Malisic Jelang Lawan Sriwijaya FC, Nanti Sore
Baca: Kesaksian Detik-detik Runtuhnya Selasar di Gedung BEI
Namun setelah mengobrol dengan beberapa orang akhirnya ia mengetahui bahwa para pedagang ayam sedang melakukan mogok berjualan karena harga ayam yang naiknya tak masuk akal.
"Saya sempat kelimpungan mencari ayam pada Sabtu kemarin, hingga hari ini kabarnya masih mogok berjualan. Saya cukup kesulitan mencari ayam untuk bahan bubur ayam," katanya Senin (15/1).
Setelah berkeliling dan tak menemukan pedagang ayam di pasar, akhirnya ia mengunjungi sebuah swalayan dan mendapat ayam beberapa potong.
"Akhirnya saya beli di supermarket. Meski harganya tak seperti di pasar, terpaksa saya beli juga karena kasihan para pelanggan yang tetap harus dilayani masyarakat," katanya.
Ia mengaku harus pintar-pintar membagi bahan ayam untuk bubur karena belum berani menaikkan harga bubur ayam kendati harga ayam ia beli dengan harga yang mahal.
"Saya tak berani menaikkan harga bubur ayam, meski bahan ayam yang saya beli sangat mahal," ujarnya.
Ia berharap pemerintah mempunyai solusi yang baik agar para pedagang ayam bisa berjualan kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/endang-sholih-83-atau-yang-lebih-dikenal-sebagai-uwa-bubur-penjual-bubur-di-majalaya_20171206_134751.jpg)