Diduga Jadi Korban Kekerasan, Bocah 2 Tahun Alami Luka Lebam dan Luka Bakar
pihaknya siang itu mendapat laporan warga Perumahan Jati Indah tentang adanya balita diduga korban penganiayaan.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR.CO.ID, TASIKMALAYA- Ferdi, balita berusia dua tahun, dilarikan ke RS Ibu dan Anak Prasetya Bunda, Kota Tasikmalaya, Kamis (11/1/2017) siang.
Balita yang tinggal bersama bibinya di Perumahan Jati Indah, Kecamatan Indihiang, ini mengalami luka lebam dan luka bakar di bagian wajah, diduga jadi korban KDRT.
Kondisi Ferdi saat dilarilan ke IGD rumah sakit jiga dalam kondisi lemas karena mengalami dehidrasi dan setengah sadar.
Petugas IGD segera memberikan cairan infus dan oksigen untuk penanganan darurat. Di bagian pergelangan kaki Ferdi pun terdapat luka lebam melingkar seperti bekas ikatan kuat.
Ayana Jihye Moon, Bintang Kpop yang Mengakhiri Karirnya Demi Masuk Islam dan Ditentang Berhijab https://t.co/EcL7VDuHs1 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 12, 2018
Dokter yang menangani korban, dr Lia Noerka Rahmalia, mengatakan, dari hasil diagnosa sementara, korban diduga telah mengalami penganiayaan cukup berat di tubuhnya.
Ada luka lebam di tubuh serta luka bakar di pipi kiri. Korban juga mengalami trauma psikis.
"Kami langsung memberikan penanganan darurat, terutama memberikan cairan infus untuk menanggulangi dehidrasinya serta oksigen. Kondisinya saat ini masih sangat lemah," kata Lia.
Baca: Banyak Agenda Rapat Paripurna Selama Masa Kampanye, Ini Pilihan Anggota DPRD Sumedang
Sejumlah ibu mengerumuni korban dan mengaku prihatin melihat kondisi Ferdi.
"Saya tidak tega melihatnya. Di wajahnya ada luka bakar serta lebam-lebam. Ada juga luka lebam yang sudah menghitam. Kok tega-teganya menganiaya anak kecil tidak berdosa," ujar seorang ibu.
Kanit Reskrim Polsekta Indihiang, Iptu Nandang Rohmana, mengungkapkan, pihaknya siang itu mendapat laporan warga Perumahan Jati Indah tentang adanya balita diduga korban penganiayaan.
"Saat ke lokasi, korban sudah ditangani warga dan kemudian kami bawa ke rumah sakit," ujarnya.
Mempelai Pria yang Pingsan di Pelukan Mantan Punya Masa Lalu Memilukan, Cinta Kandas Tak Dapat Restu https://t.co/NhwBojU8eC via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 12, 2018
Kasusnya kemudian diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.
Setelah melakukan penyelidikan, polisi pun mengamankan Ds (21), tante korban yang diduga kuat mengetahui penyebab luka-luka yang dialami Ferdi.
Dari informasi yang diserap di Unit PPA, korban selama ini tinggal bersama bibinya Ds yang sehari-harinya jualan barang melalui online.
Suami Ds merantau dan pulang sebulan sekali. Diduga di rumah itulah korban mengalami penganiayaan.
Baca: Waduh! Oknum Guru Ini Cabuli 11 Muridnya, Padahal Sudah Punya 9 Cucu
Kasatreskrim, AKP Bimo Moernanda, mengatakan, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi termasuk Ds untuk mendapatkan keterangan.
"Kami masih memeriksa saksi-saksi. Sejauh ini belum ada tersangka karena masih dalam pengembangan," katanya.
Potret Kelam
NASIB mengenaskan balita Ferdi adalah salah satu potret kelam kehidupan rumah tangga yang berantakan.
Kedua orang tua Ferdi belum diketahui keberadaannya. Ferdi akhirnya dirawat oleh Ds yang memiliki dua anak yang juga masih kecil.
Dari informasi yang dihimpun di Unit PPA, keberadaan kedua orang tua Ferdi belum jelas tapi diduga berada di tempat berbeda.
Deddy Corbuzier Sebut Hal Ini Jadi Alasan Ahok Gugat Cerai Vero: Orang Pintar Pilih Hidup Single https://t.co/gZCeIq7yKA via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 12, 2018
Yang mengenaskan, ibu kandung Ferdi diduga sudab enggan merawat darah dagingnya sendiri, hingga Ds-lah yang harus merawatnya.
Ihwal siapa yang telah melakukan aksi KDRT terhadap Ferdi masih dalam penyelidikan Unit PPA.
Saat dimintai keterangan oleh petugas, Ds mengakui beberapa kali melakukan tindakan kekerasan terhadap Ferdi tapi tidak sampai melukai.
"Saya cape ngurus pekerjaan dan kemudian anak-anak termasuk Ferdi suka rewel. Sehingga kalau mereka bikin kesal seperti menangis tak henti-hentinya kadang saya tampar pipinya," kata Ds.
Baca: Lini Belakang Persib Bandung Sudah Dapat Ujian Berat, Ini Kata Supardi
Itu dilakukannya beberapa kali selama Ferdi tinggal bersamanya.
Ditanya petugas siapa yang telah menyebabkan tubuh Ferdi lebam-lebam serta ada luka bakar di pipi kiri bawah, Ds berdalih dia lebih banyak berada di luar untuk urusan pekerjaan.
"Saya tidak tahu karena tidak di rumah terus. Di rumah ada anak-anak," ujarnya.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Bimo Moernanda, mengatakan, pihaknya terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan KDRT tersebut.
"Terus kami kembangkan sambil mengumpulkan keterangan serta bukti-bukti. Nanti pada akhirnya akan ada tersangka karena bukti bekas penganiayaan pada korban masih nyata terlihat," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ferdi-2-korban-dugaan-tindakan-kdrt_20180113_075823.jpg)