Ibu dari Anak Kembar 5 Ini Sempat Bermasalah Soal Kesuburan, Punya Anak Setelah Umrah
"Kami hanya mengikuti program kehamilan biasa, tidak pernah terpikirkan mempunyai bayi kembar," ujar Lely Solehati.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIREBON- Sebelum dikaruniai anak kembar lima sekaligus, pasangan Lely Solehati dan Habibie Ahmad Akbar harus menghadapi tantangan besar.
Lely Solehati sempat mengidap Polycystic ovary syndrome (PCOS), yakni penyakit pada wanita akibat ketakseimbangan hormon.
Dikutip dari nationalgeographic.co.id, PCOS adalah penyebab utama infertilitas pada wanita.
Banyak wanita tidak menyadari mengidap PCOS sampai mereka mencoba untuk hamil dan menstruasi mereka tidak teratur.
Jika tidak mendapatkan menstruasi tiap bulan, maka wanita tidak berovulasi setiap bulan sehingga kemungkinan hamil juga turun.
Akibat mengidap PCOS, Lely Solehati yang menikah dengan Habibie pada 2010 belum dikaruniai hingga tiga tahun setelah menikah.
Namun, hal itu tidak mematahkan semangat Lely Solehati dan Habibie. Keduanya menjalani program hamil.
Hingga Lely hamil dan melahirkan anak pertamanya, Shakira Maryam Assyabiya yang saat ini berusia empat tahun.
Ridwan Kamil Bersaksi Tentang Heboh Mahar di Gerindra Melalui Twitternya https://t.co/tNO4pKkqLK via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 12, 2018
Ada cerita di balik nama anak pertamanya itu.
Sebelum hamil anak pertama, Lely Solehati bersama suaminya melaksanakan umrah.
Saat di Masjid Nabawi, keduanya melihat anak perempuan cantik bernama Maryam.
Saat itu, Lely Solehati dan Habibie bernazar jika dikaruniai anak perempuan akan diberi nama Maryam.
Setelah lahir anak pertama, Lely Solehati dan Habibie merencakan program kehamilan anak kedua.
Baca: Usai Berduet dengan Iwan Fals, Via Vallen Ungkapkan Ini
Karena sejak awal menikah, keduanya berharap memiliki 6 anak.
Keinginan mereka pun terkabul, saat menjalani program kehamilan kedua langsung dikaruniai 5 anak.
"Kami hanya mengikuti program kehamilan biasa, tidak pernah terpikirkan mempunyai bayi kembar," ujar Lely Solehati.
Tuhan berkata lain, sejak diperiksa USG, ada 4 sel telur yang berhasil dibuahi.
Dari keempat sel telur itu, satu di antaranya membelah menjadi 2, sehingga total kembar 5.
Persib Bandung Dapat Perlawanan Ketat dari PS BP Batam, Begini Jalannya Pertandingan https://t.co/sHiq6mFWG7 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 12, 2018
Menurut Lely Solehati, sel telur itu merupakan kembar identik. Keduanya ialah Uqkail dan Oxy.
AIUEO lahir melalui operasi cesar di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta pada 10 Januari 2015.
Pada Sabtu (9/1/2015) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, Lely mulai kontraksi.
Setelah mendapat pertolongan tim dokter dan kontraksi selama kurang lebih 4 jam, bayi pertama lahir tepatnya pukul 00.28 WIB.
Disusul bayi kedua pada 00:31 WIB, bayi ketiga 00:32 WIB, bayi keempat 00.33 WIB, dan bayi kelima 00.34 WIB.
Baca: Durian Lovers! Empat Kuliner Berbahan Durian Ini Wajib Kamu Cicipi
Kondisi kelima bayi Lely Solehati sehat dan rata-rata berat badannya di atas 1,4 kilogram.
"Waktu itu lahir prematur, saat usia kandungan baru 7 bulan," kata Lely Solehati.
Ia mengatakan, saat itu air ketubannya pecah, berbagai upaya juga telah dilakukan.
Namun, para ''Pandawa" itu seolah tidak sabar segera melihat dunia.
Ayana Jihye Moon, Bintang Kpop yang Mengakhiri Karirnya Demi Masuk Islam dan Ditentang Berhijab https://t.co/EcL7VDuHs1 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 12, 2018
Kelima anak laki-laki itu diberi nama Abbid Muhammad Akbar, Izzul Syaefuddin Akbar, Uqkail Fathul Akbar, Ezra Khairu Akbar, dan Oxy Abhitya Akbar.
Lima lelaki itu biasa disebut dengan inisial AIUEO.
AIUEO juga sempat dirawat intensif di ruang NICU RS Harapan Kita Jakarta selama dua bulan.
Ezra yang lahir di urutan keempat menjadi yang terakhir keluar dari inkubator.
Pasalnya, Ezra sempat mengalami gangguan sistem pencernaan.
Baca: Mau Makan Kuliner Jepang Sepuasnya dengan Harga Terjangkau? ke Sini Aja
Lely pun sempat stres dibuatnya. Namun, setelah genap dua bulan diinkubator Ezra dinyatakan baik-baik saja.
Setelah diizinkan pulang, AIUEO pun harus disterilkan selama empat bulan di rumahnya.
"Saudara-saudara yang menjenguk juga tidak bisa menggendong, cuma melihat dari luar ruangan saja," ujar Lely Solehati.
Kini usia AIUEO genap dua tahun. Tampilan mereka sudah banyak berubah dibanding saat dilahirkan.
Mereka tumbuh seperti anak-anak pada umumnya, meski terlahir prematur.
Rumah Lely dan Habibie di Kompleks Sapphire Boulevard, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, pun tak pernah sepi dari tawa dan tangis anak-anak. (*)
.