Minggu, 10 Mei 2026

Begini Proses Pembuatan Kerupuk Dorokdok, Ada 3-4 Hari yang Paling Menentukan Kualitas

Kulit-kulit itu dijemur selama tiga hingga empat hari, tahap yang paling menentukan kualitas kerupuk kulit.

Tayang:
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Perajin kerupuk kulit dorokdok sedang mengepak di Kampung Sukaregang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jumat (12/1/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT- Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Kabupaten Garut tanpa membeli kudapan khasnya, kerupuk dorokdok.

Kerupuk dorokdok ini merupakan salah satu jenis makan yang berbahan dasar dari kulit sapi atau kulit kerbau.

Masyarakat Jawa biasa menyebutnya dengan nama kerupuk rambak.

Dibandingkan dengan kerupuk lainnya, proses pembuatan kerupuk dorokdok ini relatif memakan waktu yang cukup lama, yaitu selama 7-12 hari.


Pertama, setelah mendapatkan kulit yang diinginkan, kemudian kulit yang sudah bersih tersebut ditaburi garam dan didiamkan selama dua hingga tiga hari.

Setelah tahapan proses itu, kemudian kulit-kulit tersebut masuk ke dalam pemotongan, biasanya potongan kulit tersebut kira-kira sepanjang 10 sentimer dan lebar 3 sentimeter.

Kulit-kulit itu dijemur selama tiga hingga empat hari, tahap yang paling menentukan kualitas kerupuk kulit.

Setelah benar-benar kering, kulit-kulit tersebut digoreng ke dalam minyak panas.

Baca: Harga Tiket Timnas Indonesia vs Timnas Islandia Terbilang Mahal, Ini Alasan PSSI

"Untuk mendapatkan kerupuk dorokdok yang bagus, digoreng nya harus dua kali," kata seorang perajin kerupuk dorokdok Firwan Setiawan, di Kampung Sukaregang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jumat (12/1/2018).

Firwan mengatakan, proses penggorengan, dorokdok tersebut masuk ke dalam tahap pengemasan.

"Dorokdok siap dipasarkan ke beberapa tempat sentra oleh-oleh di Kabupaten Garut," ujarnya.


Kerupuk dorokdok dibanderol seharga Rp 10 ribu per kemasan.

"Rp 10 ribu itu ukurannya hanya 80 gram sedangkan untuk satu kilo dijual seharga Rp 120 ribu," kata Firwan yang telah menggeluti usaha ini sejak tahun 1999.

Firwan mengatakan, dalam setiap pekannya ia mampu memproduksi satu kuintal kulit mentah untuk dijadikan kerupuk dorokdok.

"Dari satu kwintal kulit mentah, paling kalau sudah jadi kerupuk hanya 50 kilogram," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved