Selasa, 21 April 2026

Kasus KTP Elektronik

KPK Periksa Selama 8,5 Jam, Dokter RS Medika Permata Hijau Itu Komentar Begini Saat Ditanya Wartawan

Selama delapan setengah jam, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa ‎‎Michael Chia Cahaya, dokter umum Rumah Sakit . . .

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dedy Herdiana
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
‎‎Michael Chia Cahaya, Dokter Umum Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Kamis (11/1/2018) usai diperiksa KPK. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Selama delapan setengah jam, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa ‎‎Michael Chia Cahaya, dokter umum Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Kamis (11/1/2018).

Dikutip Tribun Jabar dari Tribunnews.com, berdasarkan hasil pantauan wartawan di lapangan, dr Michaela diperiksa pukul 10.00-18.30 WIB.

Usai pemeriksaan, tidak banyak hal yang bisa digali dari dokter yang menggunakan kemeja kotak-kotak biru karena dia menolak bicara.

Dokter itu datang ke KPK untuk memenuhi panggilan KPK menjadi saksi untuk Fredrich Yunadi (FY)‎ di kasus dugaan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara e-KTP untuk tersangka Setya Novanto‎.

Baca: Susunan Pemain Persib Vs PSBP Batam: Airlangga Sucipto Starter

Saat datang ke KPK, sang dokter tampak membawa bukti di tas ransel dan tas selempangnya.

Dikonfirmasi soal pemeriksaan, dr Michaela tetap bungkam dan menolak berkomentar.

Hingga masuk ke dalam taksi yang dipesannya, dr Michaela tetap bergeming.

"Terima kasih," ucap dr Michaela sambil menutup pintu taksi lalu meninggalkan KPK.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan dr Michaela diperiksa karena penyidik ingin mendalami bagaimana kronologis peristiwa kecelakaan.

"Kedua tentu kami gali juga misalnya ketika seseorang mengalami kecelakaan kalau benar itu kecelakaam apakah tepat langsung dibawa ke ruang vip, tidak di IGD," papar Febri.

Hal tersebut, lanjut Febri, dikonfirmasi ke saksi karena ‎dari fakta yang ditemukan penyidik, diduga setelah peristiwa yang disebut kecelakaan itu terjadi Setya Novanto tidak dibawa dulu atau tidak dilakukan tindakan medis di IGD. Melainkan langsung dibawa ke ruang rawat inap VIP.

"Apakah itu tepat tentu kami perlu juga melakukan kroscek dan pendalaman temasuk juga soal peristiwanya," tambah Febri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved